Laju Rupiah Masih Rentan Koreksi

Dolar AS dan rupiah.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

VIVA.co.id – Perdagangan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) awal pekan ini diperkirakan akan sulit melaju di jalur hijau jika tidak ada sentimen positif yang dapat mengimbangi peluang pelemahan tersebut.

img_title Rupiah Melemah Meski Pemerintah Guyur Beragam Stimulus Tambahan di Kuartal IV-2025

Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, penguatan rupiah saat ini tengah diuji. Jika dilihat dari pola selama sepekan lalu, terlihat bahwa pola gerak penguatan lalu masih cukup rentan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pergerakan rupiah dapat kembali variatif cenderung melemah tipis jika tidak ada sentimen lainnya yang dapat mengimbangi peluang pelemahan tersebut," kata Reza di Jakarta, Senin, 27 Maret 2017.

img_title Rupiah Menguat Meski Aktivitas Manufaktur RI Melambat di September 2025

Menurut dia, usai melemah dalam beberapa pekan sebelumnya, kali ini laju dolar kembali menguat dengan mengambil kesempatan pada sentimen ketidakjelasan persetujuan ratifikasi program layanan kesehatan bagi masyarakat AS.

Reza menambahkan, meningkatnya risiko ketidakjelasan akan perkembangan persetujuan tersebut membuat kekhawatiran pelaku pasar meningkat dan berimbas pada peningkatan dolar. "Alhasil, potensi penguatan laju rupiah pun terganggu dan membuatnya melemah," tuturnya.

img_title Rupiah Melemah Usai ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI di 2025

Di samping itu, lanjut Reza, sentimen dari keinginan pemerintah yang disampaikan melalui Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan terkait kenaikan rating oleh S&P, dinilai belum cukup mengangkat rupiah.

"Tetap mencermati berbagai macam sentimen yang dapat mengubah arah penguatan rupiah. Diperkirakan Rupiah akan bergerak dengan kisaran Rp13.342 hingga Rp13.310," ujarnya. (mus)

Ilustrasi uang rupiah

Rupiah Menguat usai Rilis Survei Tingkat Kepuasan Masyarakat atas Kinerja Prabowo

Hingga pukul 09.06 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.765 per dolar AS. Posisi itu menguat 46 poin atau 0,27 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.811 per dolar AS

img_title
VIVA.co.id
11 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut