Bantah Bangkrut, Blackspace Klaim Siapkan 10 Smelter Lagi

Ilustrasi pertambangan.
Sumber :
  • MARKO DJURICA/REUTERS

VIVA.co.id – Perusahaan asal Rusia, yang bergerak di bidang pertambangan, PT Blackspace, membantah mengalami kebangkrutan akibat kebijakan relaksasi ekspor mineral Indonesia.

img_title PT GAG Nikel Beroperasi Lagi, Senator PFM: Kebijakan Ini Menyakiti Hati Orang Papua

Dalam pernyataannya, Direktur Bisnis Blackspace Yosef Paskananda mengatakan bila saat ini Blackspace sedang memulai proses penyelesaian tahap akhir dan uji coba atau commisioning di fasilitas pengolahan hasil tambang atau smelter mereka. (Baca: 11 Smelter Stop Operasi Akibat Relaksasi Ekspor Konsentrat)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"(justru) Kita akan membangun 10 smelter," ujar Yosef dalam konferensi pers, Rabu 9 Agustus 2017.

img_title Danantara Teken Perjanjian Proyek Nikel senilai Rp23 Triliun dengan GEM Limited

Dikatakannya, saat ini Blackspace memang sedang melakukan proses commisioning terhadap dua smelter mereka yang baru rampung dua bulan lalu. Harapannya, dengan itu akan bisa menghasilkan produk yang lebih berkualitas.

"Kita lagi commisioning, lagi progres menuju optimalisasi, menentukan standar nikel yang baik, mungkin bulan depan bisa dilakukan (pengolahan)," ujarnya.

img_title OC Kaligis Sebut Ada Kriminalisasi Kasus Pemasangan Patok di Tambang Nikel, Minta KPK Turun Tangan

Yosef juga menyebutkan, saat ini Blackspace tidak hanya fokus pada industri smelter saja, namun juga pengembangan terhadap lima tambang nikel Indonesia, yakni Morowali di Sulawesi Tengah dan Kabaena di Sulawesi Tenggara.

"Di Kabaena ada dua, di Morowali ada tiga. Di Kabaena, cadangannya itu 50 juta ton. Kalau di Morowali cadangannya hampir sama, nikel semua," ujarnya.

Direktur PT Macika Mineral Industri, Ramli Halim juga memberi pernyataan serupa. Ia membantah pihaknya gulung tikar akibat kebijakan relaksasi ekspor mineral.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, perusahaan smelter yang merugi diantaranya adalah perusahaan yang hanya fokus di Industri smelter saja.

"Jadi, yang ribut itu adalah mereka yang tidak punya tambang. Kalau kita semua yang punya tambang, ya kami tidak apa-apa. Malahan itu sangat membantu keuangan dari pengusaha smelter tersebut," katanya. (asp)

Unggahan di akun Instagram @swtrenggono

Hilirisasi Nikel Indonesia: Pertumbuhan Ekonomi vs Kerusakan Lingkungan

Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar, salah satunya adalah nikel. Dalam beberapa tahun terakhir, nikel menjadi komoditas yang semakin penting

img_title
VIVA.co.id
2 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut