Berpakaian Pendek di Paripurna, Anggota Parlemen Korsel Dikritik

Anggota Parlemen di Korea Selatan, Ryu Ho-jeong, dikritik karena berpakaian pendek di dalam gedung parlemen.
Sumber :
  • https://sputniknews.com

VIVA – Seorang anggota parlemen di Korea Selatan, Ryu Ho-jeong, menuai kritik pedas dari masyarakat setelah mengenakan dress pendek berwarna saat menghadiri sesi parlemen paripurna pekan lalu.

Tanah Longsor Akibat Hujan di Korsel Tewaskan 10 Orang

Foto-foto anggota parlemen berusia 28 tahun perwakilan Partai Keadilan itu beredar di media sosial, menarik perhatian publik dan kritik keras terkait pilihan pakaiannya. Salah satu anggota partai nasional pro-demokrat di media sosial bahkan menyebut wanita itu berpakaian seolah datang untuk 'menagih pembayaran alkohol'.

Namun beberapa anggota parlemen membela Ryu. Partai Keadilan juga menyatakan penyesalan atas prasangka diskriminatif secara seksual yang diungkapkan dalam komentar, mengenai pilihan pakaian anggota termuda dalam majelis parlemen tersebut.

Banjir di Korsel Tewaskan 4 Orang, Lebih dari 5.000 Mengungsi

Baca juga: Ledakan Besar di Rusia, Ketinggian Api Setara Bangunan 9 Lantai

Kepada kantor berita Yonhap, Ryu mengatakan pilihan pakaiannya adalah cara untuk melepaskan diri dari budaya dominasi pria tradisional yang dicirikan dengan pakaian seperti jas dan dasi dalam sidang paripurna.

Korsel Akan Bangun Pangkalan di Bulan pada 2045

"Kewenangan Majelis Nasional bukan dibangun berdasarkan cara berpakaian," kata Ryu, seperti dikutip Sputniknews. Dia bahkan berjanji untuk terus memilih pakaian yang berbeda di waktu-waktu mendatang.

Komentar di media sosial tentang pilihan fesyen Ryu pun masih berlanjut. Di mana beberapa pengguna media sosial mengeluarkan komentar-komentar misoginis terhadap wanita tersebut dalam beberapa hari terakhir. (ase)

Petugas pemadam kebakaran melakukan upaya pencarian dan penyelamatan korban tanah longsor akibat hujan deras di Yecheon, Korea Selatan, Sabtu (15/7//2023).

Hujan dan Longsor di Korsel, 18 Orang Tewas dan 9 Hilang

Lebih dari 14.000 orang telah mengungsi di 15 kota besar dan provinsi sejak hujan lebat mulai turun Rabu lalu.

img_title
VIVA.co.id
21 Juli 2025