Trump Cabut Sanksi Suriah, Deal dengan Investasi Jumbo dari Arab Saudi

Presiden AS Donald Trump bersama Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) di Riyadh
Sumber :
  • AP Photo/Alex Brandon

Arab Saudi, VIVA - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengumumkan pada hari Selasa,13 Mei 2025, bahwa ia berencana untuk mencabut sanksi terhadap Suriah setelah jatuhnya rezim Assad tahun lalu.

Hubungan Modi dan Trump 'Memburuk' Gegara Nobel Perdamaian

Trump mengatakan bahwa langkah tersebut akan memberi mereka kesempatan untuk menjadi lebih hebat.

Pencabutan sanksi tersebut merupakan kemenangan signifikan bagi pemerintah Suriah yang dipimpin oleh Ahmed al-Sharaa, yang merebut kekuasaan setelah kekalahan telak rezim Assad pada bulan Desember. Hal ini kemungkinan akan dilihat sebagai pukulan bagi pemerintah Israel, yang meningkatkan kemajuan militer dan teritorial di Suriah setelah jatuhnya Assad.

Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi Ditargetkan Beroperasi 2028

Trump mengatakan dalam sambutannya di forum investasi Saudi di Riyadh, bahwa ia membuat keputusan tersebut setelah berdiskusi dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, serta Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

“Suriah, mereka telah mengalami banyak tragedi, perang, pembunuhan selama bertahun-tahun. Itulah sebabnya, pemerintahan saya telah mengambil langkah pertama untuk memulihkan hubungan normal antara Amerika Serikat dan Suriah untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade,” kata Trump, dikutip dari CNN Internasional pada Rabu, 14 Mei 2025.

Serap 13.461 Orang Pekerja, Investasi Proyek LNG Abadi Blok Masela Capai Rp 342 Triliun

Presiden AS Donald Trump bersama Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) di Riyadh

Photo :
  • AP Photo/Alex Brandon

Menteri Luar Negeri Marco Rubio juga diperkirakan akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Suriah di Turki akhir minggu ini, kata Trump.

Setelah puluhan tahun pemerintahan yang brutal, rezim Assad jatuh di bawah Pemerintahan Biden pada bulan Desember, dan para pemimpin baru Suriah berharap Trump akan mempertimbangkan untuk mencabut sanksi yang menghukum negara tersebut.

“Sanksi tersebut brutal dan melumpuhkan serta berfungsi sebagai fungsi yang penting, yang benar-benar penting pada saat itu. Namun sekarang saatnya mereka untuk bersinar,” tutur Trump.“

“Jadi saya katakan, ‘Semoga berhasil, Suriah.’ Tunjukkan kepada kami sesuatu yang sangat istimewa.”

Trump pun menyatakan harapan bahwa pemerintahan baru Suriah mudah-mudahan akan berhasil menstabilkan negara dalam menjaga perdamaian.

Selain itu, Trump dalam pidatonya menegaskan posisi Arab Saudi sebagai mitra utama Amerika Serikat di kawasan.

Kunjungan Trump ke negara Teluk pun langsung diwarnai pengumuman besar yaitu kesepakatan senjata senilai US$ 142 miliar (Rp 2,3 kuadriliun) antara AS dan Arab Saudi, serta berbagai komitmen investasi lain yang diperkirakan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dapat mencapai US$ 1 triliun (Rp 16,5 kuadilin). 

Trump menjadikan kunjungan ini sebagai panggung untuk kebijakan luar negeri yang mengejutkan. Tidak hanya itu, Trump pun hadir di forum investasi bersama tokoh-tokoh terkemuka dunia bisnis, termasuk Elon Musk, Sam Altman (OpenAI), Larry Fink (BlackRock), dan Jensen Huang (Nvidia).

Arab Saudi berambisi menjadi pemain utama dalam teknologi kecerdasan buatan, dan Huang mengumumkan bahwa Nvidia akan menjual lebih dari 18.000 chip AI ke perusahaan Saudi, Humain.

Trump menegaskan bahwa perdagangan dan pembangunan ekonomi adalah kunci untuk membawa stabilitas ke kawasan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya