100 Body Cam Beroperasi 2020, Bisa Rekam 'Aksi Damai' Polisi-Pelanggar

Kepala Satgas ETLE Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Arif Fazlurrahman.
Sumber :
  • Foe Peace Simbolon/VIVAnews.

VIVA – Sebanyak 100 unit kamera badan atau body cam atau kamera badan akan dipakai anggota Patroli Jalan Raya atau PJR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya pada 2020 mendatang.

DPR Diingatkan Stop Pernyataan Provokatif, Jangan Benturkan Masyarakat dengan Aparat

Kepala Satuan Tugas ETLE Ditlantas Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Arif Fazlurrahman menyebut, sejauh ini baru ada 16 body cam yang digunakan anggota PJR. 

"Ada 16 kamera yang kita bagikan kepada tujuh induk petugas PJR. Awal tahun (2020), ditargetkan 100 (Body camera dibagikan)," ujar dia saat dikonfirmasi, Kamis 12 Desember 2019.

DPR Dinilai Pengecut Tak Hadapi Massa Hingga Aksi Justru Meluas

Dia menjelaskan, body cam punya sejumlah fitur seperti mampu merekam aktivitas anggota PJR, manakala menjalankan tugasnya. Body cam bertahan selama 20 jam untuk merekam. Body cam nantinya dipasang pada saku baju anggota. Alat ini juga bisa live streaming, sehingga terhubung ke petugas di TMC Polda Metro Jaya. 

Body cam mulai dioperasikan tak lain guna mengantisipasi aksi tindak pidana yang terjadi di dalam tol. Bukan hanya itu, tentu juga untuk memantau aktivitas anggota di lapangan yang menyimpang.

Demo Berdarah di Jakarta Disebut Dampak dari DPR Abaikan Suara Rakyat

Semua kegiatan dan percakapan petugas dan pengendara yang melanggar lalu lintas akan terekam, sehingga meminimalisir pungutan liar. Body cam juga memiliki Global Positioning System (GPS) untuk memantau lokasi tugas para anggota PJR.

Kemudian, lanjutnya, ada pula tombol darurat (panic button), guna memudahkan petugas minta bantuan dalam kondisi terdesak alias darurat. Fitur infra merah juga hadir untuk merekam kondisi lapangan pada malam hari. Harga satu unit body cam mencapai Rp15 juta.

"Dalam body cam ini ada fitur panic button, sehingga dalam posisi darurat petugas akan menekan tombol itu. Nanti dari TMC akan mengetahui di mana koordinat petugas itu, karena ada fitur GPS juga. Kalau ditekan panic button-nya, alarm kita (di TMC Polda Metro Jaya) akan berbunyi," katanya lagi. (asp)

Aksi di Jawa Tengah.

Demo di Jateng, Polda Catat 42 Orang Pengunjuk Rasa dan Aparat Terluka

 Kepolisian Daerah Jawa Tengah mencatat ada 42 orang yang mengalami luka saat aksi untuk rasa di beberapa kota di Jawa Tengah.

img_title
VIVA.co.id
30 Agustus 2025