Dirut Bulog Mayjen Novi Helmy Dipastikan Mundur dari Dinas TNI Bulan Ini

Dirut Bulog Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya
Sumber :
  • Bulog

Jakarta, VIVA –  Markas Besar TNI mengatakan proses administrasi mundurnya Direktur Utama Perum Bulog Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya dari TNI akan selesai bulan ini.

Rumah Eko Patrio Dijaga TNI-Polri usai Dijarah

"Insyaallah bulan ini sudah ada (keputusan). Kita tunggu ya, kita tunggu proses administrasinya ya," kata Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Brigjen TNI Kristomei Sianturi saat ditemui di Mabes TNI, Jakarta Timur, Kamis, 27 Maret 2025

Menurut Kristomei, Mabes TNI saat ini masih memproses beberapa persyaratan administrasi terkait mundurnya Novi Helmy.  

Polri Pastikan Atasi Aksi Anarkis Sesuai Aturan, Utamakan Keselamatan Rakyat

Kapuspen TNI Brigjen TNI Kristomei Sianturi

Photo :
  • VIVA.co.id/Foe Peace Simbolon

Sambil menunggu proses administrasi itu, Novi Helmy yang sebelumnya menjabat sebagai Danjen Akademi TNI, kini telah mendapat jabatan baru sebagai Staf Khusus Panglima TNI.

Prabowo Perintahkan TNI-Polri Ambil Langkah Tegas Hadapi Aksi Anarkis

"Jadi staf khusus sudah enggak ada jabatan kalau di TNI. Kan tadinya Danjen akademi TNI, sekarang tarik mundur jadi Staf Khusus Panglima TNI," ujarnya

Kristomei memastikan proses pemberhentian Novi Helmy berjalan tanpa kendala, demi tegaknya Pasal 47 UU TNI tentang prajurit aktif di instansi sipil.

Sebagaimana diketahui, Novi Helmy saat ini masih menjabat sebagai Direktur Utama Bulog. Berdasarkan ketentuan di UU TNI, jabatan tersebut di luar dari 14 instansi sipil yang bisa dijabat perwira TNI aktif tanpa perlu mengundurkan diri.

Namun bukan pensiun dini, Novi Helmy justru mendapat posisi baru di organisasi TNI sebagai Staf Khusus Panglima TNI, berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/333/III/2025 yang dikeluarkan pada 14 Maret 2025. 

Ilustrasi Hoax dan kampanye hitam

Viral Perusuh Ditangkap Bawa Kartu Anggota TNI, Kapuspen: Itu Narasi Bohong dan Menyesatkan!

Viral di media sosial dua orang diduga perusuh ditangkap. Dalam penangkapan disita barang bukti berupa beberapa Kartu Tanda Anggota (KTA) TNI. Hal ini disebut hoax.

img_title
VIVA.co.id
31 Agustus 2025