Bos Mayapada Tegaskan Ekonomi RI Cukup Menyejukan

Tahir
Sumber :
  • VIVAnews/Alfin Tofler

VIVA – Chief Executive Officer Mayapada Group Dato Sri Tahir menegaskan, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, merupakan dinamika wajar, merespons gejolak ekonomi global.

img_title Rupiah Melemah Meski Pemerintah Guyur Beragam Stimulus Tambahan di Kuartal IV-2025

Apalagi, rupiah tak sendiri, dampaknya juga dirasakan oleh sejumlah mata uang lainnya di dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya kira, bukan (rupiah) kita lemah, artinya dolar menjadi kuat ya. Karena, yang lemah bukan hanya (mata uang) kita saja, China juga. Currency yang lain juga lemah, tidak ada yang kuat," kata Tahir di Gedung BI, kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin 15 Oktober 2018.

img_title Rupiah Menguat Meski Aktivitas Manufaktur RI Melambat di September 2025

"Rupiah itu antara Rp14 ribu sampai Rp15 ribu, memang harusnya di sana. Memang, tidak ada alasan," kata Tahir.

Meski demikian, Tahir memastikan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah saat ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Apalagi, dikaitkan dengan krisis yang pernah mendera perekonomian nasional di era 1998.

img_title Rupiah Melemah Usai ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI di 2025

Karena, lanjut Tahir, kondisi saat ini jelas jauh berbeda dengan gejolak ekonomi-politik yang terjadi di medio 1997-1998 silam. Di mana, krisis yang terjadi memang menghantam berbagai sektor secara signifikan.

"Ini masalah psikologis aja. Hanya, karena kita kena (dampak) perang (dagang) yang enggak-enggak itu antara China sama AS. Lalu ada masalah Turki, dan ini semua membawa dampak. Tapi sebagai bankir, saya pemilik Bank Mayapada, saya tidak menemukan ada rush orang untuk beli dolar AS. Hal yang cukup menyejukkan," ujarnya. (asp)

Ilustrasi uang rupiah

Rupiah Menguat usai Rilis Survei Tingkat Kepuasan Masyarakat atas Kinerja Prabowo

Hingga pukul 09.06 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.765 per dolar AS. Posisi itu menguat 46 poin atau 0,27 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.811 per dolar AS

img_title
VIVA.co.id
11 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut