Bitcoin Bisa Dipakai untuk Cuci Uang

Bitcoin, salah satu dari Cryptocurrency, yang memanfaatkan Blockchain.
Sumber :
  • Gizmodo

VIVA – Badan Narkotika Amerika Serikat (Drug Enforcement Administration/DEA) dalam laporan terbarunya mengklaim bahwa mata uang digital, Bitcoin, dipakai untuk memfasilitasi skema perdagangan berbasis pencucian uang (trade-based money laundering/TBML).

img_title Flexi Earn: Simpan Aset Kripto, Cuan Mengalir Tiap Jam

"Banyak perusahaan yang berbasis di China memproduksi barang-barang yang digunakan dalam skema TBML. Artinya, mereka lebih suka menerima pembayaran dengan Bitcoin. Mata uang digital ini memang sangat populer di China, karena dapat digunakan untuk mentransfer uang secara anonim ke luar negeri untuk menghindari pengawasan lembaga keuangan negeri itu," bunyi laporan DEA yang dikeluarkan Departemen Kehakiman AS, dikutip Coindesk, Rabu, 25 Oktober 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam laporan tersebut menampilkan gambaran menyeluruh tentang upaya pemerintah AS untuk melarang perdagangan obat-obatan terlarang, termasuk melalui cryptocurrency, bagian dari Bitcoin, yang menegaskan bahwa pelaku kejahatan melakukan pencucian uang melalui skema TBML yang menggunakan Bitcoin dari China.

img_title Simak Strategi Cuan saat Pasar Kripto Anjlok Rp19 Triliun Imbas Volatilitas Tinggi

Kendati demikian, laporan DEA ini tidak menyebut angka spesifik dari hasil cuci uang melalui sarana ini.

Namun, menurut sumber DEA mengatakan bahwa kelompok kejahatan kerah putih yang berbasis China lebih memilih menggunakan cyrptocurrency karena untuk memangkas biaya operasional.

img_title Suku Bunga Turun, Harga Bitcoin Melorot: Simak Analisis Mengejutkannya

Selain itu, kata sumber tersebut, bahwa broker Bitcoin over-the-counter (OTC) turut membantu memfasilitasi transaksi lintas batas ini, yang diprediksi akan terus berlanjut.

"Meningkatnya penggunaan broker Bitcoin OTC, yang mampu mentransfer jutaan dolar dalam Bitcoin dengan melintasi batas negara, adalah bagian dari skema pengemplangan modal. Hal ini kami perkirakan terus berlanjut, sekaligus menjalin hubungan sesama pelaku pencucian uang dengan skema yang sama," demikian laporan itu menegaskan.

Ilustrasi Bitcoin. (FOTO: Unsplash/Rawpixel)

JPMorgan Ungkap Alasan Bitcoin Lebih Menarik dari Emas, Harganya Bisa Tembus US$266.000

JPMorgan mengungkap alasan Bitcoin dinilai lebih menarik dibanding emas sebagai aset investasi. Bank AS ini menilai harga Bitcoin berpotensi menembus US$266.000.

img_title
VIVA.co.id
11 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut