Login Google Chrome dari Laptop Bisa Pakai Sidik Jari

Google Chrome.
Sumber :
  • Google

VIVA Tekno – Aplikasi browser paling populer di dunia, Google Chrome kabarnya saat ini tengah menyiapkan fitur keamanan terbaru mereka yang diperuntukkan bagi para pengguna MacBook dan Windows.

img_title YouTube Sudah Bayar Rp1.664 Triliun

Nantinya, fitur keamanan terbaru ini akan memungkinkan pengguna untuk menggunakan autentisikasi biometrik atau pemindai sidik jari pada laptop mereka untuk melakukan aktivitas login ke akunnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Belakangan, Google memang terlihat tengah gencar-gencarnya mengembangkan fitur keamanan mereka. Terbaru, mereka mengusung fitur "home screen shortcut" yang diperuntukkan bagi para pengguna Android.

img_title Google AI Pecat Ratusan Pekerja, Isu Upah dan Serikat Buruh Jadi Sorotan

Fitur pada Google Chrome ini memungkinkan pengguna untuk membuka akun di perangkat lainnya cukup dengan menggunakan pemindai sidik jari pada ponsel mereka.

Dengan mengusung konsep yang sama, fitur semacam ini akan hadir untuk para pengguna MacBook dan Windows. Nantinya, fitur ini akan tersedia pada Chrome versi 106 yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan autentisikasi biometrik (sidik jari) dalam mengakses kata sandi Google, seperti dikutip dari situs Androidcentral, Minggu, 10 Juli 2022.

img_title Kasus Korupsi Chromebook, Kejagung Diminta Periksa Google

Adapun, setelah Chrome versi 106 ini tiba, fitur tersebut akan dimatikan secara default, tetapi pengguna dapat mengaktifkannya secara manual untuk mengujinya.

Dari sana, diperkirakan terdapat beberapa jenis kotak dialog yang muncul sehingga pengguna dapat memastikan bahwa pemindai sidik jari berfungsi dengan baik bersama dengan fitur baru ini.

Meskipun begitu, tampaknya fungsi yang segera akan datang ini hanya terbatas pada komputer berbasis MacBook dan Windows dan yang cukup mengejutkan adalah, Google tidak menyediakan fitur ini pada perangkat Chrome OS.

Padahal, sudah cukup banyak komputer berbasis Chromebook yang telah disematkan pemindai sidik jari bawaan. Kemungkinan, ini hanyalah langkah pertama Google dalam proses mengembangkan fitur keamanan terbarunya ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebab, Google mungkin masih ingin mencari tahu potensi kekusutan dan melihat apakah fitur ini merupakan fitur yang menjanjikan untuk dinikmati oleh penggunanya.

Kantor Pusat Google.

Google PHK Ratusan Karyawan, AI Lagi-lagi Jadi Biang Kerok

Google memangkas lebih dari 100 posisi desain di unit cloud untuk fokus ke infrastruktur AI. Banyak pegawai AS terdampak harus cari peran baru di dalam perusahaan.

img_title
VIVA.co.id
3 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut