Siklus Akuntansi, Ini Penjelasan dan Tahapan yang Harus Kamu Tahu
- www.pixabay.com/stevepb
6. Penyusunan Neraca Saldo Penyesuaian dan Laporan Keuangan
Tahapan siklus akuntansi selanjutnya yaitu penyusunan Neraca Saldo Penyesuaian dan Laporan Keuangan. Neraca Saldo Penyesuaian dibuat berdasarkan pada buku Neraca Saldo yang sudah dibuat sebelumnya dengan memperhatikan Jurnal Penyesuaian.Â
Saldo-saldo tersebut terbagi ke dalam kelompok aktiva dan pasiva sesuai dengan statusnya. Kemudian disusun hingga jumlah saldo keduanya sama besar. Yang harus diperhatikan dalam penyusunan Neraca Saldo Penyesuaian ini yaitu jumlah saldo pada Aktiva maupun Pasiva harus berjumlah sama besar.Â
Jika tidak, maka terjadi kesalahan dalam perhitungan dan tidak bisa dibuat Laporan Keuangannya. Laporan Keuangan ini dibuat setelah jumlah saldo Aktiva dan Pasiva pada buku Neraca Saldo berjumlah sama besar.Â
Dalam Laporan Keuangan disusun beberapa laporan seperti laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas, dan neraca yang menghitung likuiditas, solvensi, dan fleksibilitas. Kemudian, akuntan masuk ke dalam tahapan terakhir yakni pembuatan Jurnal Penutup.
7. Menyusun Jurnal Penutup
Tahapan terakhir dalam siklus akuntansi yaitu penyusunan Jurnal penutup oleh seorang akuntan. Jurnal Penutup ini disusun pada akhir periode akuntansi dengan cara menutup rekening nominal atau rekening laba rugi. Cara untuk menutup kedua rekening tersebut bisa dengan membuat nihil nilai rekening tersebut.
Tujuan melakukan penutupan rekening ini yaitu untuk melihat aliran pada sumber selama periode akuntansi tersebut berjalan. Setelah rekening tersebut ditutup, Jurnal Penutup ini bisa digunakan untuk mengukur setiap kegiatan yang telah dilaksanakan selama periode tersebut. Pada periode selanjutnya, Jurnal Penutup bisa membantu untuk memulai kembali dalam siklus akuntansi selanjutnya.
8. Menyusun Neraca Saldo dan Jurnal Pembalik
Tahapan pada siklus akuntansi dalam satu periode sebelumnya sudah bisa diakhiri dengan pembuatan jurnal penutup. Namun, proses penyusunan Neraca Saldo dan Jurnal Pembalik ini bersifat opsional, bisa dilakukan atau tidak.
Neraca Saldo pada tahap ini berisi saldo rekening permanen dari rekening buku besar setelah Jurnal Penutup. Sedangkan Jurnal Pembalik dibuat agar proses pencatatan beberapa transaksi tertentu, terutama yang selalu berulang, bisa lebih sederhana.