Skema Hadapi Kiamat Nuklir Lagi Disiapkan

Ilustrasi kiamat nuklir.
Sumber :
  • Crosswalk

VIVA – Tim peneliti internasional telah membuat peta jalan untuk bertahan dari skenario pengurangan sinar Matahari secara tiba-tiba jika konflik nuklir antara Rusia dan Amerika Serikat (AS) bersama NATO pecah.

img_title Harga Emas Hari Ini 11 Februari 2026: Produk Antam Melorot, Global Kinclong

Dalam sebuah makalah baru yang diterbitkan dalam Jurnal Nutrients, para peneliti berpendapat bahwa dengan kerja sama global, umat manusia dapat bertahan dari peristiwa bencana seperti perang nuklir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Juan García Martínez dari Alliance to Feed the Earth in Disasters mengatakan mereka mencoba untuk mempromosikan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana global yang kerap diabaikan.

img_title Badai PHK Belanjut, Giliran Perusahaan Software AS Pangkas 400 Karyawan

Tepat setelah bencana terjadi, para akademisi mencatat bahwa manusia akan sangat bergantung pada makanan yang disimpan dan diawetkan seperti makanan kaleng.

Mereka memperkirakan bahwa dunia memiliki persediaan namun akan cepat habis jika terjadi kiamat nuklir. Ikan yang kemungkinan akan bertahan lebih lama daripada hewan di darat harus segera dieksploitasi.

img_title Mampu Hukum Rusia, FIFA Tak Mau Sanksi Israel meski Sudah Didatangi FA Palestina

Para ahli menyarankan bahwa ternak yang sangat tidak efisien dalam menyediakan kalori, dapat disembelih, dengan beberapa dibiarkan hidup untuk menghasilkan susu dari rumput yang tidak dapat dicerna.

Para akademisi percaya bahwa menggunakan sumber daya yang berharga ini dengan bijak akan memberi manusia cukup waktu untuk meningkatkan sumber produksi pangan lainnya.

Salah satu sumber daya yang perlu dimanfaatkan manusia adalah pohon, karena kematian massal hutan akan menghasilkan pasokan kayu yang besar, yang berfungsi sebagai sumber energi.

Mengekstraksi gula dari kayu akan menjadi bagian dari fase selanjutnya dari peta jalan kelangsungan hidup, yang dimulai enam bulan setelah bencana.

Menurut Martínez, kunci untuk bertahan hidup adalah memindahkan produksi tanaman pokok lebih dekat ke khatulistiwa.

"Itu akan memungkinkan kita untuk menggunakan sedikit sinar Matahari yang mungkin tersisa dengan cara seefisien mungkin," ungkap dia, seperti dikutip dari situs Express, Senin, 25 April 2022.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kentang yang membutuhkan sedikit sinar Matahari untuk tumbuh akan menjadi makanan pokok karena menyediakan kalori yang diperlukan dalam bentuk karbohidrat bertepung.

Untuk nutrisi, para ahli merekomendasikan membudidayakan rumput laut karena tumbuhan itu membutuhkan sedikit sinar Matahari dan dapat terlindungi dari radiasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut