SOROT 519

Dari Gibraltar Islam Menjalar di Eropa

Kota Putih Andalusia
Sumber :
  • Amusing Planet

Ilustrasi pasukan muslim.

img_title Kapal Perang Italia dan Spanyol Kawal Relawan Flotilla Berlayar ke Gaza

Ilustrasi pasukan Islam

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pelan tapi pasti, Abd al-Rahman mengukuhkan kekuasaannya dengan membentuk sebuah angkatan bersenjata yang berdisiplin tinggi dan terlatih, terdiri atas 40.000 prajurit bangsa Berber. Sejak saat itu, dia menghentikan tradisi penyebutan nama khalifah dalam khotbah-khotbah salat Jumat, sebuah sikap politik tak mengakui kekuasaan Abbasiyah di Baghdad.

img_title Lepas Ekspor 54 Ribu Ton Baja Putih, Menperin: Industri Lokal Bisa Bersaing di Pasar Ekspor

Abd al-Rahman mengklaim diri sebagai khalifah dan cukup puas dengan gelar amir, meski kekuasaannya yang independen. Spanyol kemudian menjadi provinsi pertama yang menggoyang otoritas khalifah di Baghdad yang diakui oleh sebagian besar dunia Islam.

Setelah relatif berhasil menciptakan konsolidasi dan ketenteraman masyarakat, Abd al-Rahman mulai mempercantik kota-kota di wilayah kekuasaannya, membangun sebuah saluran besar sebagai sarana pemasok air bersih ke Ibu Kota, dan memprakarsai pembangunan tembok di sekeliling saluran itu. Dia juga membangun lagi Masjid Kordova. Kemegahan masjid itu, setelah disempurnakan dan diperluas oleh penerusnya kelak, menandingi keagungan dua rumah ibadah Islam di Yerusalem dan Mekah.

img_title Sebagian Wilayah Spanyol Diprediksi Alami Gelombang Panas hingga 42 Derajat Celsius

Bangunan Masjid Kordova yang monumental itu, yang diubah menjadi sebuah katedral Kristen saat penaklukan kembali oleh Ferdinand III tahun 1236, bertahan sampai sekarang dengan nama populer La Mezquita (masjid).

Abd al-Rahman disebut juga memprakarsai gerakan intelektual yang membuat Spanyol-Islam dari abad sembilan sampai sebelas menjadi salah satu pusat kebudayaan dunia. Dinasti yang didirikan Abd al-Rahman, yang dijuluki ad-Dakhil (pendatang baru), bertahan selama dua per empat abad (756-1031).

Andalusia Runtuh dan Hari Terakhir Granada

Kekhalifahan Umayyah di Spanyol mulai mengalami kemunduran, menurut Hitti, setelah kematian khalifah al-Hajib al-Manshur, yang dijuluki Bismarck abad kesepuluh, pada 1002. Para keturunan penerusnya berebut takhta dan saling bunuh serta saling mengkudeta, mulai Abd al-Malik al-Muzhaffar (1002) hingga Hisyam III (1027-1031).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hisyam III naik takhta saat kondisi kekhalifahan dilanda kekacauan akibat konflik internal dan aneka pemberontakan itu. Rakyat Spanyol pun lelah dengan konflik berkepanjangan dan silih berganti penguasa serta pemerintahan. Orang Kordova akhirnya mengambil tindakan radikal, dan menghapuskan kekhalifahan sepenuhnya.

Muncul sedikitnya 20 negara kecil di wilayah-wilayah Umayyah di Spanyol. Di antaranya, dinasti Ziriyah yang berbasis di Granda, yang kemudian dihancurkan oleh kelompok Murabitun Maroko; dinasti Hamudiyah di Malaga, Banu dzu al-Nun di Toledo; dinasti Murabitun di Seville; dinasti Muwahidun di Maroko kemudian pindah ke Seville, dinasti Nashriyah di Granada, dan lain-lain. Namun semua kerajaan itu berumur pendek.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut