SOROT 537

Dangdut, Jelata yang Dicinta

Sorot dangdut via vallen
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Dalam buku tersebut Denny Syakrie menjelaskan, bagaimana dangdut yang dekat dengan kelompok akar rumput sempat terhantam di tahun-tahun tersebut. Group rock baru yang bermunculan dengan alat band yang lebih mutakhir terus menggerus musik yang mengandalkan gendang dan seruling sebagai ciri khasnya.. 

img_title Beri Napas Baru untuk Dangdut, Adibal Sahrul Rilis Album CDigital Berisi Deretan Hits Anyar

Tapi kegigihan Oma Irama mempopulerkan musik Melayu yang khas tak juga berhenti. Tahun 1973, Oma Irama membentuk kelompok Soneta. Ia membuat terobosan yang inovatif dengan menggabungkan musik Melayu dengan sentuhan rock. Di bawah naungan label mayor Yukawi, Oma Irama mempopulerkan lagu Begadang, Penasaran, Darah Muda, dan lain sebagainya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terobosan Oma Irama, yang akhirnya diberi gelar Raja Dangdut oleh publik,  berbuah manis. Perlahan band dan para penyanyi musik pop, bahkan rock,  mulai menggeser musik mereka. Sentuhan dangdut disertakan. Sebuah label mayor besar, Remaco, mencium peluang. Eugene Timothy, pemiliknya kemudian meminta seluruh pemusik yang ada di bawah naungannya juga memasukkan unsur dangdut dalam salah satu lagu mereka. Tahun 1979, Achmad Albar dan God Bless merilis Zakia. Musiknya digarap oleh Ian Antono, gitaris God Bless. Achmad Albar bahkan bermain film bertema dangdut bersama Elvy Sukaesih, sang Ratu Dangdut. 

img_title Menbud Fadli Zon Ingin Daftarkan Dangdut Sebagai Warisan Budaya Tak Benda ke UNESCO

sorot dangdut rhoma irama dan soneta

Rhoma Irama dan Soneta

img_title Mobil Rombongan Pedangdut Cantika Davinka Tabrak Motor, 2 Korban Tewas Salah Satunya Bocah 13 Tahun

Awal 1980-an giliran Reynold Panggabean, drummer The Mercy’s dan istrinya Camelia Malik, berkolaborasi membentuk orkes Melayu Tarantula yang juga menggabungkan musik rock dan Melayu. Eksperimen lainnya dilakukan oleh Muchsin Alatas dan Abadi Soesman, yang mencoba menggabungkan musik dangdut dengan reggae dan jazz. Musik kelas akar rumput itu mampu menyeruak dan menembus kalangan menengah. Stasiun televisi yang sebelumnya emoh, akhirnya membuka pintu untuk dangdut. 

Dangdut dan Transformasi Sosial

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dangdut semakin naik kelas. Membincang dangdut tanpa menyebut nama Rhoma Irama seperti membuat sayur tanpa kuah, kering. Bagaimana pun Rhoma Irama memiliki pendengar fanatik dan konsisten menciptakan lagu bertema kritik sosial. 

Bagi Suryahanda, Ketua DPC FORSA Tangerang yang menggemari Rhoma Irama, dangdut adalah musik yang penting. Selain karena populer di seluruh Indonesia, dari masyarakat kelas bawah sampai menengah. Dangdut, terutama yang disajikan oleh Rhoma Irama dan Soneta memperlihatkan sesuatu yang berbeda. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut