- ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Pedangdut senior Rita Sugiarto mengakui, kelebihan dangdut adalah musiknya yang merakyat. “Musik dangdut itu memang merakyat, jadi karena lagunya yang mudah dicerna, dekat dengan keseharian lirik-liriknya, banyak yang mengena di hati. Karena notasinya yang enak, semakin mudah dicerna, dan edukatif juga,” ujarnya.
![]()
Pedangdut Rita Sugiarto dan Elvy Sukaesih
Ia menolak dangdut diidentikkan dengan hal-hal yang berbau porno atau seronok. “Seronok itu bukan musiknya. Musik itu suci tergantung yang menyanyikan siapa. Kalau dibilang seronok itu bukan musiknya. Musik itu suci, tergantung yang menyanyikan siapa. Kalau dibilang seronok, itu mungkin dari pakaian dan cara goyang,” ujar Rita Sugiarto.
Rita juga mengakui, dangdut di masa Rhoma Irama bisa memiliki penggemar fanatik yang terpaku pada syair-syair bertema sosial dan religius. Tapi kini mulai terjadi pergeseran. Penggemar dangdut ala Rhoma mulai ditinggalkan, tapi penggemar Via Vallen dan Nella Kharisma terus bertambah.
Pedangdut senior semacam Lesty Kejora mengaku senang dengan kondisi sekarang. Sebab, menurut Lesty, kini orang-orang tak malu lagi mengaku sebagai penggemar dangdut. Kemasan dangdut sekarang menurut Lesty sangat menarik. “Sejumlah televisi menyajikan ajang pencarian bakat, dan setelah itu mereka mencari juaranya,,” ujarnya.
Acara-acara semacam itu, menurut Lesty, menjadi salah satu upaya yang efektif untuk memasarkan dan mencari generasi baru penyanyi dangdut. Ucapan Lesty Kejora didukung oleh si kembar Ridho dan Rizky, finalis Dangdut Academy musim kedua. Penyanyi kembar ini merasakan tak harus membawakan dangdut dengan aroma kritik sosial. Meski mereka melantunkan lagu-lagu dangdut bertema cinta, patah hati, ditinggal kawin, hingga pasangan galak, penggemar tetap sangat banyak.
Keduanya berharap musik dangdut akan terus berkembang dan tetap disukai kalangan muda. “Musik dangdut sekarang sudah dikemas dengan keren, sampai banyak yang tak menyangka bahwa sebuah lagu yang sedang ngetop itu ternyata lagu dangdut,” ujar kedua kepada VIVA.
Meski tak semua penyanyi dan pencipta lagu dangdut memilih tema-tema kritik sosial atau religius, namun dangdut tetap disuka. Tema yang lebih umum semacam jatuh cinta atau patah hati tetap punya penggemar sendiri.