- ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Di acara tersebut, Via juga bernyanyi dan meliukkan tubuhnya dengan identitas yang jauh berbeda dari tampilan penyanyi dangdut pada umumnya. Tak ada pakaian seronok atau goyangan seksi nan sensual yang ditampilkan pedangdut bernama asli Maulidia Octavia itu. Padahal selama ini dangdut lekat dengan identitas tersebut. Ia tampil mengenakan stelan blazer, seperti lazimnya penyanyi Korea. Goyangannya, dan para penari latar juga menggabungkan antara gerakan lagu pop Korea dan goyang dangdut.
Kini nama Via Vallen kondang sebagai penyanyi dangdut papan atas. Klip lagu Sayang yang dinyanyikan biduan berusia 22 tahun itu sudah ditonton oleh 175 juta pengguna youtube.
Via bukan satu-satunya penyanyi dangdut Pantura yang sedang hit dengan tampilan natural. Ada Nella Kharisma yang kini juga tengah digilai penggemar dangdut. Lagu Jaran Goyang yang dilantunkan Nella meledak tak hanya di kalangan penyuka dangdut, tapi juga di berbagai lapisan masyarakat.
Seperti Via, Nella juga tak banyak mengumbar goyang erotis. Meski berpakaian lebih seksi, Nella Kharisma tak tampil seronok. Ia bergoyang sewajarnya. Nella juga berdandan ala artis Korea. Dua penyanyi ini menampilkan citra baru perempuan penyanyi dangdut. Muda, energik, dan riang lebih tampak pada mereka ketimbang seronok, sendu dan erotis.
![]()
Penyanyi dangdut Nella Kharisma
Dengan tampilan yang lebih populer, dangdut jadi makin mudah diterima. Hal tersebut diakui oleh pengamat musik Bens Leo. “Dangdut sudah naik kelas. Acara dangdut di televisi sekarang kian banyak dan terus menunjukkan format yang semakin bagus. Apalagi sekarang banyak acara award untuk dangdut di televisi,” ujar Bens Leo kepada VIVA.
Padahal di masa lalu, dangdut adalah musik yang dilihat dengan tatapan sinis. Pengamat musik Denny Syakrie, dalam bukunya 100 Tahun Musik Indonesia menyebutkan, musik yang merupakan hibrida dari musik Timur Tengah, Melayu dan India ini di awal kemunculannya memang dianggap murahan dan kampungan, bahkan pernah disetarakan dengan kotoran hewan.
Tahun 1970-an, pedangdut dan juga pemimpin Soneta Group, Oma Irama yang kini menjadi Rhoma Irama, bahkan pernah terlibat polemik sengit dengan Benny Soebardja, gitaris sekaligus vokalis kelompok rock Giant Step.