SOROT 564

Radikalisme Kelas Menengah

Deklarasi Anti Radikalisme Perguruan Tinggi di Jawa Barat' di Aula Graha Sanusi Universitas Padjajaran Kota Bandung, Jumat (14/7/2017).
Sumber :
  • VIVA.co.id/Adi Suparman

"Pak Rektor orangnya kan (suka) ke masjid, Mas. Jadi tahu betul bagaimana virus-virus (radikalisme masuk), karena itu beliau melakukan apa yang kami sebut pendekatan kebudayaan. Kita kan karakter Jawa Timur itu Sunan Kalijogo, jadi meletakkan budaya menjadi bagian dari membangun spirit keagamaan," ucap Suko.

img_title Bakom RI: Siswa SMA Unggul Garuda Masuk Universitas Top Dunia Naik 150%

Kegiatan-kegiatan keagamaan tetap diakomodasi, tapi kampus ikut melakukan pemilihan narasumber. "Pak Rektor bilang sepanjang itu masih di dalam kampus, hal-hal seperti itu (radikalisme) kita sapu bersih. Di luar itu sudah bukan tanggung jawab kita lagi," kata Suko.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bantahan  juga disampaikan oleh Rektor UI Profesor M. Anis juga mengklaim kampus yang dipimpinnya terbebas dari paham-paham radikalisme. “Enggak ada, saya berani bilang enggak ada. Tapi kalau kemungkinan ada kelompok kecil yang intoleran mungkin ada,” katanya

img_title Siap-siap! Program Magang Nasional Buka Lagi Juli 2026, Bidik 50 Ribu Peserta

Pemikiran intoleran, lanjut Anis, kemungkinan bisa tumbuh akibat pengaruh pihak luar. “Tapi ini kan yang ramai di tatanan besarnya, dikaitkan dengan politik identitas dan sebagainya. Ini ada peran eksternal,” ujarnya menegaskan. 

Seperti Unair, Anis justru mempertanyakan survei atau riset tersebut. Ia juga meminta lembaga riset tak menyudutkan perguruan tinggi. “Ya kita kan harus yakin secara nasional, jangan ujug-ujug disalahin universitas. Universitas kan komponen bangsa, emangnya komponen bangsa cuma universitas. Semua di kementerian pun ada, jangan tiba-tiba yang diserang universitas,” katanya.

img_title Mendiktisaintek: Perguruan Tinggi Boleh Dirikan Dapur MBG untuk Praktik Mahasiswa

Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof Muhammad Anis.

Rektor UI Profesor M. Anis

Anis mengatakan, pihaknya sangat serius mengantisipasi adanya paham radikal maupun intoleran tumbuh di dalam kampus. Salah satunya ialah dengan menerapkan sejumlah program-program diantaranya, AKU ID atau aku Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Aku ID ini di mana kita membangun simbol itu untuk menciptakan rasa cinta tanah air, kebangsaan, kebersamaan, rasa ingin berkontribusi berkarya dan sebagainya. Kami ada juga forum kebangsaan, nah ini merajut semuanya dalam tatanan bagaimana kita menumbuh kembangkan rasa cinta tanah air," katanya. 

Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. DR. Amany Lubis tak menyetujui hasil penelitian yang disampaikan oleh Setara Institute. Menurutnya, meski UIN Jakarta berada pada level paling bawah dari 10 kampus yang lain, tapi menurutnya indikasi penelitian itu tak mencerminkan keseluruhan. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut