- ANTARA FOTO/Cherman
"Saya mendapatkan laporan dari pos kesehatan yang ada di dalam, ada beberapa WNI kita yang memanfaatkan pos kesehatan yang ada di sana. Tetapi, gejala yang dikeluhkan oleh beberapa WNI kita tidak ada hubungannya dengan gejala yang berkaitan dengan corona virus," ujarnya memastikan.
Menurut Anung, gejala yang disampaikan adalah keluhan seperti mengalami gatal-gatal, sakit perut, dan keluhan lain yang tak memiliki kaitan dengan gejala jika terpapar virus corona. Ia mengatakan, semua keluhan yang disampaikan masih dalam batas normal. Proses pemeriksaan terhadap mereka yang diobservasi, juga rutin dilakukan karena mereka juga ingin tahu kondisi kesehatannya lebih lanjut.
Untuk kebersihan lingkungan, setiap hari juga dilakukan penyemprotan disinfektan di seluruh area, mulai ruang tidur pada pagi dan sore, hingga ruang makan yang disemprot sebanyak tiga kali.
Lokasi karantina WNI asal Wuhan
Kementerian Kesehatan juga mengoperasionalkan kantor di Natuna dengan kerja sama Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Natuna. Kantor tersebut menjadi tempat Kemenkes melakukan edukasi dan memberikan informasi apabila masyarakat di Natuna membutuhkan informasi-informasi yang berkaitan dengan infeksi novel corona virus.
"Kita juga sudah mendistribusikan leaflet dan media informasi melalui Puskesmas dan berbagai komunitas masyarakat yang sudah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Nasional. Semua Puskesmas dan rumah sakit melakukan kegiatan bersama dengan teman-teman dinas kesehatan," ujarnya.
Anung juga memastikan ketersediaan obat, juga ketersediaan masker. Dari 100 ribu masker yang disiapkan, saat ini sudah 30 ribu masker sampai di Natuna. Begitu pula ketersediaan logistik untuk seluruh WNI yang sedang dalam proses observasi.
Hal itu, ujar Anung, sudah cukup menjadi bukti bahwa kondisi di Natuna sudah semakin kondusif dan ketakutan warga mulai memudar.
Baca Juga
Ramai-ramai Takut dengan China