- VIVAnews/ Muhamad Solihin
Secara konten, fans K-Pop menganggap, lagu-lagu Korea memiliki beat yang catchy di telinga. Namun bicara soal industri hiburan Korea, negeri itu punya strategi pemasaran yang terbilang mengagumkan.
Sejumlah fans K-Pop mengaku, mengenal musik tersebut mulanya melalui drama dan variety show atau acara hiburan TV yang kemasannya dibuat lucu dan menarik. Selain menyanyi, para idola ini juga tampil di berbagai acara ragam, reality, dan bincang-bincang.
"Awalnya aku tuh kayak suka pertama nonton variety show-nya, terus suka lihat mereka, kayak lucu, habis gitu aku denger lagunya, liat style mereka keren banget, aku denger lagu mereka aku tuh kayak suka nonton kisah-kisah mereka," ujar Raras Prasadja, salah satu admin basis penggemar artis-artis YG Entertainment.
Sering wara-wiri di berbagai program tersebut membuat sisi lain idola Korea di balik gemerlap panggung terungkap. Karena itu, tak sedikit fanatisme K-Popers yang berkembang menjadi obsesi berlebihan.
Sosiolog Universitas Indonesia, Daisy Indira Yasmin, mengatakan, K-Pop dan drama Korea adalah produk yang dalam istilah sosiologi disebut sebagai komiditi seni populer. Artinya, segala bentuk produk dari industri hiburan Korea ini memang akan dikemas dengan strategi yang bagus, intensif, dan dipasarkan secara agresif.
"Sama saja kalau kita lihat tiba-tiba kita kebanjiran produk-produk ZARA misalnya, terus semua orang pakai ZARA. Terus ada brand baru masuk, semua orang bisa pakai. Itu bisa dilakukan karena mereka mengemas strateginya bagus, kemudian intensif, dan mereka gencar memasarkan produk seninya, popular culture-nya, di media-media YouTube yang accessible kan, kemudian dibuat konser yang dikemas dengan begitu hebatnya. Dan yang pasti mereka juga melakukan studi dengan baik untuk mendapatkan apa sih yang membuat orang Indonesia senang. Jadi ketika orang Indonesia atau anak muda saat ini mengikuti arus itu, karena itu sedang tren dan mereka terikut," paparnya kepada VIVA.co.id, Kamis, 7 September 2017.
![]()
Drama-drama Korea Terbaru di tahun 2017.
Hal serupa juga terjadi pada drama Korea. Alasan drama ini mudah diterima di Indonesia, antara lain karena nilai-nilai yang ditampilkan dalam drama itu sendiri. Masih sama-sama Asia, karena itulah beberapa segmen masyarakat Indonesia mudah menerima jalan ceritanya yang ringan, dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan kemasannya yang sangat menarik.