- VIVAnews/ Muhamad Solihin
Akses menikmati komiditas seni populer ini, baik K-Pop maupun dramanya, juga menjadi perhatian. Tak hanya lewat televisi, program dari Korea Selatan itu dengan mudah bisa dinikmati masyarakat melalui jaringan internet. Sejumlah platform, mulai dari YouTube hingga aplikasi layanan penyedia konten drama dan musik Korea, seperti Spotify untuk K-Pop dan Viu untuk K-Drama, sangat memudahkan para penikmat budaya pop di Indonesia.
"Drama korea itu juga menampilkan nilai-nilai Asia. Nilai-nilai korea atau nilai-nilai Asia itu memang mudah diterima oleh masyarakat kita, karena kita juga bagian dari culture Asia. Jadi beberapa segmen masyarakat kita juga mudah menerima jalan ceritanya yang mungkin memiliki perbedaan tersendiri jika dibandingkan dengan selama ini banyak masuk dari Hollywood atau produksi-produksi Barat. Gayanya memang berbeda, kemudian intensitas masuknya ke dunia produksi televisi, YouTube jadi memiliki peran penting juga," tambah Daisy.
Selanjutnya, Pertarungan yang Wajar.
Pertarungan yang Wajar
Demam Korea atau Hallyu yang sudah sangat menjangkit ini menimbulkan sejumlah pertanyaan terkait pengaruhnya dengan budaya Indonesia itu sendiri. Lewat K-Pop, drama, dan filmnya, Korea tak hanya menjual semata-mata produk budaya popnya saja, tapi juga nilai-nilai budaya negeri tersebut atau yang menurut sosiolog Daisy disebut sebagai komodifikasi budaya.
"Lewat produk-produk popular culture-nya ini dengan proses 'komodifikasi', budaya yang masuk ke kita bukan hanya sekadar produknya saja, tapi nilai-nilai yang ditanamkan dari budaya Korea melalui K-Pop dan drama Korea juga masuk ke kita. Jadi tidak hanya film dan musik saja, mulai dari cara makan, makanannya, itulah way of life yang mau diperkenalkan ke kita," terangnya.
Ketika VIVA.co.id bertanya pada sejumlah K-Popers, apa pengaruh Hallyu bagi kehidupan mereka, jawabannya memang beragam. Sejumlah K-Popers memang mengaku ikut terpengaruh dari urusan gaya pakaian, berbahasa, hingga selera makanan. Namun, rata-rata menambahkan bahwa meski sangat menyukai budaya Korea, namun tak mengikis nasionalisme dan rasa cinta mereka akan budaya Indonesia.
"Kalau buat aku pribadi sih enggak ya, karena kayak menurut aku Korea kayak apa pun kan beda culture-nya sama kita. Aku menyesuaikan diri aku sendiri, yang aku nyaman apa. Kalau makanan sama sekali enggak ya, karena walaupun makanan Korea itu enak, tapi tetep menurut aku enak makanan Indonesia, tetap aja di rumah makannya nasi sama sambel, hahahaha," ujar Raras Prasadja penggemar YG Entertainment.