Putin: Tentara Ukraina Harus Diperlakukan Seperti Teroris!

VIVA Militer: Pasukan Angkatan Bersenjata Federasi Rusia (VSRF)
Sumber :
  • Russian Ministry of Defense

VIVA – Kedatangan Vladimir Putin ke garis depan Oblast (Provinsi) Kursk, tak hanya sekedar meninjau pasukan militer Rusia. Tetapi juga, menegaskan sikapnya terhadap seluruh tentara Ukraina yang menjadi tahanan perang (PoW).

img_title Mampu Hukum Rusia, FIFA Tak Mau Sanksi Israel meski Sudah Didatangi FA Palestina

Putin tiba di Kursk bersama Kepala Staf Angkatan Bersenjata Federasi Rusia (VSRF), Jenderal Valery Gerasimov. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kedatangan orang nomor satu Negeri Beruang Merah sesaat setelah pasukannya merebut kembali kota Sudzha, dari cengkraman milirer Ukraina.

img_title Selamat Datang Starbucks

VIVA Militer melaporkan dalam berita sebelumnya, Gerasimov mengungkap jika mental pasukan Ukraina di Kursk sudah hancur dan memilih untuk menyerah. 

VIVA Militer: Presiden Rusia, Vladimir Putin

Photo :
  • X/@rusembnz

img_title AS (Tetap) Butuh Rusia

Gerasimov menyebut, sekitar 430 orang tentara Ukraina berhasil ditangkap. Jumlah tersebut merupakan akumulasi sejak militer Ukraina menyerang dan menduduki Kursk sejak Agustus 2024 lalu.

Dengan tegas Putin menyatakan, seluruh tentara Ukraina yang ditawan harus diperlakukan seperti teroris. Dengan alasan, hal tersebut sesuai dengan hukum federal Rusia.

"(Pasukan Ukraina yang ditangkap) harus diperlakukan sebagai teroris, sesuai dengan hukum Federasi Rusia," ujar Putin dilansir VIVA Militer dari Daily Mail.

Pernyataan Putin muncul setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengancam akan memberikan konsekuensi berat jika menolak usulan perdamaian Rusia-Ukraina.

VIVA Militer: Tentara Ukraina jadi tahanan perang militer Rusia

Photo :
  • X/@apocalypseos

Seperti yang diketahui, AS jadi pihak yang paling sibuk untuk menghentikan Perang Rusia-Ukraina yang sudah berlangsung lebih dari tiga tahun. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

VIVA Militer melaporkan, setelah negosiasi dengan AS Ukraina sepakat melakukan gencatan senjata selama 30 hari.

Serangan konsisten yang dilancarkan militer Rusia terhadap posisi tentara Ukraina akhirnya embuahkan hasil. Selain Sudzha, pasukan Putin juga menguasai kembali 2/3 wilayah Kursk.

Presiden AS Donald Trump

Trump Siapkan "Kejutan" Buat Iran saat Netanyahu Menuju AS

Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan pengiriman kelompok serang kapal induk kedua ke lepas pantai Iran dan bersiap untuk kemungkinan aksi militer

img_title
VIVA.co.id
11 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut