Gaduh Bocornya Data Pribadi Pengguna Google

Kantor pusat Google.
Sumber :
  • TripSavvy

"Booming startup di Indonesia seperti sekarang harus menjadikan keamanan pada web, aplikasi, dan jaringan pendukung sebagai prioritas," kata Pratama.

img_title YouTube Sudah Bayar Rp1.664 Triliun

Dua raksasa perusahaan media sosial Facebook dan Google yang terkena imbas ini diharapkan menjadi catatan penting, lantaran masih bisa kecolongan soal keamanan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Raksasa teknologi saja masih kecolongan. Artinya, isu keamanan siber dan pencegahan sedini mungkin akan celah keamanan harus terus digaungkan," tutur dia. Kendati demikian, tidak hanya masalah keamanan saja yang memicu Google menutup Google Plus.

img_title Google AI Pecat Ratusan Pekerja, Isu Upah dan Serikat Buruh Jadi Sorotan

Ingin Saingi Facebook

img_title Kasus Korupsi Chromebook, Kejagung Diminta Periksa Google

Dalam posting blog resmi Google, mereka sadar bahwa layanan jejaring sosial tersebut tak memenuhi ekspektasi pengguna. Google mengakui bahwa tingkat penggunaan dan ikatan (engagement) pengguna Google Plus sangat rendah.

“Sebanyak 90 persen pengguna Google+ membuka akun mereka kurang dari lima detik," demikian menurut keterangan Google. Ke depan, Google bakal fokus meningkatkan keamanan pada layanan-layanannya melalui program audit yang dinamai “Project Strobe”.

Program inilah yang pertama kali membuat Google sadar ada bug di jejaring sosialnya. Project Strobe secara umum bakal mengkaji akses para pengembang aplikasi atau pihak ketiga ke data-data Google dan perangkat Android.

Niat Google merilis Google Plus adalah untuk menjadi pesaing berat Facebook yang telah mendominasi bisnis media sosial. Awalnya, Google Plus hanya tersedia untuk sekelompok pengguna Google tertentu.

Mereka kemudian bisa mengajak teman bergabung dalam jaringan dan memungkinkan mereka berbagi serta berkomentar terkait status, foto, dan lain sebagainya seperti Facebook.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski begitu, kehadiran Google Plus bisa dikatakan terlambat. Karena, Facebook dan Twitter, yang menjadi kompetitornya, telah mendominasi pasar media sosial dan memiliki pengguna dalam jumlah yang cukup besar.

Akan tetapi, Google Plus masih punya keunggulan di mana platform mereka terintegrasi dengan produk Google lain, seperti Gmail, Google Drive, Google Play, dan tidak mengharuskan pengguna bikin akun baru lagi. (umi)

Kantor Pusat Google.

Google PHK Ratusan Karyawan, AI Lagi-lagi Jadi Biang Kerok

Google memangkas lebih dari 100 posisi desain di unit cloud untuk fokus ke infrastruktur AI. Banyak pegawai AS terdampak harus cari peran baru di dalam perusahaan.

img_title
VIVA.co.id
3 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut