Candu Game Online Bikin Celaka
- Pixabay
Seorang kerabat pasien menyebut, anak menjadi sangat tergantung pada gawai, bahkan menjadi pemberang dengan merusak benda-benda di sekitar ketika kuota data internet atau pulsa habis. Si anak juga kerap membolos sekolah karena tak bisa menahan keinginan untuk bermain game.Â
Gejala serupa ternyata terjadi juga di Kabupaten Bandung Barat. Ratusan anak dikabarkan pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, karena kecanduan bermain games melalui gadget.Â
Dalam dua tahun terakhir jumlah pasien anak tercatat mencapai ratusan. Â Mereka yang menjalani pengobatan mengalami gangguan penyerta yang berawal dari kecanduan games. Dalam sepekan, bisa ada tiga anak yang masuk untuk menjalani pengobatan di rumah sakit jiwa ini. Hingga saat ini, jumlah anak-anak yang pernah menjalani perawatan mencapai 150 orang.
Hal yang menyedihkan, dari jumlah itu usia mereka berkisar dari mulai lima tahun hingga 15 tahun.
Game di ponsel memang terus merasuk. Anak-anak yang dibiarkan bermain game di handhphone tanpa kontrol yang ketat dari ortu berpotensi kecanduan.Â
Candu Game Online Berbuntut Petaka
Kecanduan game pada anak dan remaja hingga berdampak negatif bukan isu baru. Sejak beberapa tahun terakhir bermunculan kasus-kasus kekerasan yang dipicu oleh kecanduan game melalui ponsel.Â
Kasus pembantaian Muslim yang sedang salat Subuh di New Zealand pada Maret 2019 adalah salah satu contohnya. Pelaku diduga melakukan adegan pembantaian yang sama persis dengan apa yang dimainkan di game online. Lebih sadis karena ia merekam aksinya dan menyiarkan langsung melalui media sosial.
Di India, seorang pemuda berusia 21 tahun tega memenggal kepala ayahnya, menggorok lehernya, bahkan memotong kaki sebelah kiri sang ayah setelah murka karena ayahnya tak bersedia membelikan pulsa data untuk bermain game online. Anak pengangguran itu kecanduan main game online, dan mengandalkan ayahnya untuk membeli pulsa data setiap kali kuotanya untuk bermain game habis.Â
Masih di India, seorang anak berusia 19 tahun terserang stroke karena terlalu lama bermain game online. Lengan kanan dan kaki kanan remaja tersebut tiba-tiba tak bisa digerakkan. Dikutip dari laman Gamebyte, Kamis 5 September 2019, Pakar neurosifika, K Vinod Kumar yang merawat remaja tersebut mengungkapkan, bocah 19 tahun itu juga kehilangan berat badan sekitar 3-4 kilogram dalam sebulan akibat mager alias malas bergerak dan gaya hidup yang tak sehat.Â