Dana Kampanye Caleg, Mengapa Harus Dilaporkan?

Angkutan Kota ditempeli atribut kampanye caleg Pemilu di Depok
Sumber :
  • Antara/ Andika Wahyu

img_title Mengapa Soft Skills Menjadi Kunci Utama Kesuksesan Karier di Masa Depan?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apa yang menyebabkan biaya kampanye begitu tinggi? Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hajrianto Thohari, beberapa waktu lalu mengungkapkan, penyebab tingginya biaya terkait sistem politik saat ini. Di mana, dengan sistem proporsional terbuka, caleg harus bersaing bukan hanya dengan caleg parpol lain, tapi juga caleg sesama partai.
img_title Panduan Pintar Mengatur Keuangan untuk Generasi Muda: Dari Frugal Living hingga Investasi


img_title Seni Thriving, Bukan Sekadar Surviving: Cara Menjaga Work-Life Balance di Era Serba Cepat
Memang modal finansial bisa ditekan jika caleg sudah memiliki modal sosial, seperti publik figur. Tetapi, caleg yang belum populer dituntut melakukan banyak kegiatan agar populer, yang tentu memakan biaya tinggi.

Analisis Hajrianto diamini Wakil Ketua DPR Pramono Anung. Pramono membahas soal dana kampanye ini dalam disertasinya. Risetnya menemukan bahwa publik figur membutuhkan dana kampanye sedikit dibandingkan caleg lain. Sementara, yang paling tinggi dari kalangan pengusaha.

Betulkan rata-rata dana kampanye yang dibutuhkan para politisi ini cuma Rp1 miliar? Ternyata tidak. "Kalau kita tanya berapa yang kamu keluarkan? Dia selalu mengatakan, keluar Rp5 miliar, atau Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar. Pengeluaran mereka direndahkan," kata Pramono dalam diskusi buku "Basa-Basi Dana Kampanye" beberapa waktu lalu.

Anggota legislatif, menurut Pram, cenderung berbohong mengenai dana kampanye, sebab masyarakat tidak suka kepada politikus yang banyak menghabiskan dana untuk kampanye. Pramono sendiri menemukan ada seorang anggota legislatif yang mengeluarkan dana sebesar Rp 20 miliar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pram memperkirakan, pada kampanye 2009 ke 2014 akan ada kenaikan sebesar 3,5 kali lipat lebih mahal. Meski sama-sama berada dalam sistem proporsional terbuka, masa kampanye kali ini memiliki waktu yang cukup lama sehingga tidak menguntungkan caleg. Akibatnya, ia memprediksi, pengusaha akan mendominasi wajah DPR di 2014. Sehingga, tidak bisa disalahkan kalau partai-partai merekrut publik figur sebagai jalan pintas.
Pemred tvonenews.com Ecep S Yasa

Evolusi Industri Otomotif: Dari Mesin Uap hingga Era Kendaraan Listrik dan Otonom

Artikel ini mengulas perjalanan panjang perkembangan mobil yang dimulai dari penemuan mesin uap hingga lahirnya mesin pembakaran dalam oleh Karl Benz pada akhir abad ke-1

img_title
VIVA.co.id
24 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut