Mimpi Buruk Twitter

Spanduk logo Twitter di depan Bursa Efek New York
Sumber :
  • REUTERS/Lucas Jackson

VIVA.co.id – Twitter diterpa isu PHK karyawan. Selama sembilan bulan, profit terus menurun dan jumlah penggunanya stagnan. Banyak isu yang memberikan harapan, bahwa Twitter akan dibeli oleh beberapa perusahaan besar. Sayang, isu itu tak kunjung terwujud. Twitter masih di ujung tanduk.

img_title X Bikin Fitur 'History', Bookmark, Artikel, dan Like Terkumpul di Satu Tempat

Dua isu yang diberitakan hari ini, baik soal isu PHK maupun soal investor yang urung, membuat nasib Twitter jadi tak jelas. Intinya, tidak ada penawaran yang masuk dan Twitter akan dibiarkan hidup tanpa perencanaan bisnis atau pun partner untuk bisa membuat masa depan karyawannnya cerah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Disney, Google, Microsoft sampai Salesforce dikabarkan tertarik mengakuisisi Twitter. Isu tersebut digaungkan sehingga memberikan harapan bagi Jack Dorsey, sang pendiri Google. Namun berita bantahan dari beberapa perusahaan itu bergulir. Google membantah. Disney menarik diri, Microsoft tak mau berkomentar dan Salesforce mundur.

img_title Israel Serang Ukraina

Sejatinya, menurut analis, PHK 300 karyawan yang kabarnya akan dilakukan Twitter bukanlah hal yang luar biasa. Dalam kuartal ketiga ini, Twitter dianggap tidak mendapatkan penghasilan yang baik. Ini bukan kali pertama Twitter mengalami penurunan pendapatan, melainkan sembilan kuartal berturut-turut. Banyak hal yang menjadi penyebab Twitter tidak menghasilkan dengan baik. Selain popularitas yang semakin menurun, jumlah anggota aktif yang tidak kunjung naik, meningkatnya kompetisi dengan media sosial lain, dan kegagalan akuisisi.

Tak Punya Inovasi

img_title Privasi Aman, X Kini Punya Aplikasi Chat dengan Enkripsi End-to-End

Saat ini bisa dibilang, Twitter kurang mempromosikan dirinya, kurang memiliki inovasi baru. Ini membuat penggunanya bosan dan akhirnya kehilangan interaksi antarfollower. Penulis misalnya, memiliki akun Twitter namun sangat jarang digunakan belakangan ini. Awal memiliki akun mikroblogging itu, hanya ingin tahu seperti apa Twitter.

Hanya dengan 140 karakter, kita dituntut untuk bisa menarik follower. Kreasi memang dibutuhkan dalam menulis status di Twitter di tengah keterbatasan karakter, namun kurangnya inovasi yang diberikan Twitter membuat saya bosan menggunakannya. Sampai akhirnya, saya putuskan untuk mengkoneksikan akun Twitter saya dengan Facebook dan Path. Walhasil, saya tidak perlu membuka Twitter untuk update status. Cukup tulis status di Path dan Facebook, maka status saya akan terbagikan di Twitter secara otomatis.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut