Waspada Gesek Ganda Pencuri Data

Jangan mau kartu kreditnya digesek selain di mesin gesek resmi (EDC).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

VIVA.co.id – Dering telepon dan pesan pendek dari nomor tak jelas sering didapat sejumlah nasabah kartu kredit akhir-akhir ini. Bahkan, dari nomor tersebut langsung tahu data nama nasabah yang ingin ditawarkan sejumlah produk yang mengatasnamakan kerja sama sejumlah bank nasional di Indonesia.

img_title Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, BI Sediakan Fasilitas Kredit Pembayaran Bagi Nasabah Ritel

Hal tersebut dirasakan oleh Dini (30 tahun) seorang karyawan swasta di bilangan Sudirman Jakarta. Ketika itu dirinya mendapat telepon dari nomor tak terdaftar dan langsung mengetahui siapa yang dihubungi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari telepon tersebut dia ditawari sejumlah produk yang sebetulnya tidak dibutuhkan olehnya. Lalu, ia lantas menanyakan dari mana nomor telepon dan namanya diketahui karena merasa sering terganggu telepon tersebut.

img_title BI Beri Hadiah ke Pedagang Pengguna QRIS di HUT RI Ke-81, Simak Keuntungannya

"Ya sering sekali telepon penawaran datang, dan tahu data yang saya miliki kartu kredit dari salah satu bank, padahal saya tak pernah berikan izin sebarkan data dari bank bersangkutan," jelas Dini kepada VIVA.co.id, Rabu 6 September 2017.

Kejadian tersebut tentunya menjadi satu kasus kecil dari mudahnya data-data nasabah kartu kredit di Tanah Air bisa tersebar. Bahkan, beberapa kasus lain nyatanya bisa mengkloning kartu kredit dari kasus pencurian data yang dijual ke luar negeri.
    
Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri Tbk, Rohan Hafas, menyebutkan, kebocoran data nasabah khususnya kartu kredit dan debit di Tanah Air bisa disebabkan berbagai hal, seperti kebiasaan masyarakat dalam melakukan transaksi.

img_title Bunga Mulai Nol Persen untuk Transaksi Minimal Rp100 Ribu, Program Cicilan BRI Kartu Kredit Kini Lebih Ringan

Dia mengatakan, ada beberapa perilaku masyarakat yang bisa membuat data nasabah bocor ke publik. Salah satunya adalah konsumen yang sering berbelanja ke mal atau toko modern yang membayar pakai kartu debit atau kartu kredit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam praktiknya, lanjut Rohan, salah satu yang bisa membuat kebocoran data yaitu dilakukannya gesek kedua pada kartu setelah gesek di mesin Electronic Data Capture (EDC). Hal itu kerap dilakukan si kasir.

"Tapi setelah itu, si kasir biasanya gesek lagi di keyboard komputer atau mesin cash register, nah itu tidak boleh. Jangan mau, karena itu merekam data nasabah di komputer atau hard disk PC mereka," ujar dia, Sabtu 26 Agustus 2017.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut