Tutup Sampai 15 Toko Kue, Ashanty Stres Berat Sampai Harus ke Psikiater
- ist
Jakarta, VIVA – Penutupan 15 gerai toko kue milik Ashanty pada akhir Juli 2025 lalu ternyata berdampak besar pada kesehatan mentalnya. Ashanty mengaku sudah dua kali menemui psikiater untuk memeriksakan kondisinya. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ia mengalami stres akut.
“Aku sudah dua kali ke psikiater, jujur, karena penyakit nggak bisa tidurku muncul lagi. Akhirnya aku sudah di-sleep study pun kemarin di rumah sakit, hasilnya ya memang stres akut saja, gitu,” kata Ashanty di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, Selasa, 5 Agustus 2025. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!
Ashanty mengungkapkan bahwa stres akut yang ia alami setelah penutupan 15 gerai tersebut membuatnya kesulitan tidur. Beruntung, ia telah mendapat pengobatan dari dokter, dan kondisinya kini berangsur membaik.
“Dua minggu awal kemarin saya nggak bisa tidur, tapi karena udah ke psikiater, jadi udah dikasih obat, Alhamdulillah udah,” ujarnya.
Dalam pemeriksaan itu, Ashanty juga sempat berkonsultasi soal dampak emosional yang ia rasakan akibat penutupan Lumiere, toko kuenya. Sang dokter menyarankan Ashanty untuk mulai menentukan prioritas dalam hidupnya.
“Aku tuh lagi benar-benar kena mental gini, aku harus bikin Lumiere lagi memang terbantu anak. Tapi aku dari A-Z dibantu anak-anak (karyawan). Tapi aku tau dulu buka dari A-Z hidupku benar-benar nggak ngapa-ngapain. Sekarang aku kuliah di semester penelitian,” ungkapnya.
“Jadi, mana yang harus dikorbankan. Jadi aku ngobrol, dia bilang pilih. Kalau mau pilih Lumiere kamu harus turun sendiri karena ini milikmu sendiri, dan dokter ini tau aku gimana. Harus ada yang dikorbankan, nggak bisa dua-duanya dijalankan. Itu yang buat aku down banget,” sambungnya.
Tak hanya berdampak pada mental, penutupan bisnis ini juga mengganggu kegiatan akademisnya. Ashanty mengaku belum memulai penelitian untuk tesis, meski kini sudah memasuki semester akhir kuliah.
“Aku kuliah di semester penelitian. Aku harus turun ke penelitian, harus koresponden dikumpulkan. Temen-temen seangkatan aku udah penelitian, aku belum gerak sama sekali,” kata dia.
