Petenis Muda Ini Menangis dan Minta Maaf Usai Kandaskan Djokovic

Petenis asal Jerman, Alexander Zverev
Sumber :
  • Twitter/@AlexZverev

VIVA – Petenis nomor satu dunia, Novak Djokovic, secara mengejutkan tumbang dari petenis muda Jerman, Alexander Zverev, di semifinal Olimpiade Tokyo 2020. Djokovic dihempaskan Zverev dengan skor 6-3, 3-6, 1-6 di Ariake Coliseum, Jumat 30 Juli 2021.

Kepengurusan Akuatik Indonesia 2025-2029 Diresmikan, Anindya Bakrie Gaet Para Legenda dan Tokoh Nasional

Hasil ini sekaligus memupus mimpi Djokovic meraih medali emas pertamanya di Olimpiade. Pasalnya, ini bisa jadi Olimpiade terakhir Djokovic lantaran sudah berusia 34 tahun.

FORNAS NTB 2025, Magnet Baru Sport Tourism dan Bukti Kesiapan Jadi Tuan Rumah Event Dunia

Ternyata, di balik kegembiraannya melaju ke partai final cabang olahraga tenis Olimpiade Tokyo, Zverev juga merasakan kekecewaan yang dialami oleh Djokovic. Bahkan, dia sampai menangis dan meminta maaf pada seniornya itu usai pertandingan.

GBK Aquatic Stadium Curi Perhatian Timnas Renang Prancis

"Anda adalah yang terbaik sepanjang sejarah. Saya meminta maaf," ujar petenis 24 tahun dikutip The Sun.

Zverev dijadwalkan menghadapi wakil Rusia, Karen Khachanov, pada partai puncak yang digelar pada Minggu, 1 Agustus 2021. Keduanya akan bertarung memperebutkan medali emas.

Sementara, Djokovic bakal bersua wakil Spanyol, Pablo Carreno Busta. Mereka bakal bersaing dalam duel perebutan medali perunggu.

Sejauh ini, Zverev baru sekali menjuarai ATP Tour Finals 2018 dan belum pernah meraih gelar Grand Slam. Jika berhasil menjuarai Olimpiade Tokyo, itu akan menjadi medali emas pertamanya sepanjang karier tenisnya selama ini.

Pemain Timnas Jepang eks Arsenal Mana Iwabuchi

Eks Arsenal Juara Piala Dunia dan Medali Perak Olimpiade Berbagi Motivasi untuk Anak-anak Indonesia

Mana Iwabuchi merupakan salah satu pemain tersukses yang dimiliki Timnas Jepang putri. Pemain 32 tahun ini sempat memperkuat sejumlah klub elite Eropa

img_title
VIVA.co.id
5 Agustus 2025