Mengulas Buku di Mana Ekonomi Islam?

Buku Di Mana Ekonomi Islam karya Ir. Goenardjoadi Goenawan, MM
Sumber :
  • vstory

VIVA - Sudah cukup perpecahan horizontal di masyarakat tentang radikalisme, dan politik. Saatnya semua saling menolong menjaga kepercayaan pasar.

img_title Kembalikan 39 Buku Tersangka Kerusuhan yang Isinya Pernah Disebut Berpaham Anarkisme, Polri Ungkap Alasannya...

Selama ini Indonesia sudah kenyang politik, saatnya seperti diucapkan dalam kampanye Bill Clinton it's economy stupid.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di masa depan, seratus tahun ke depan adalah era benua Islam yaitu Afrika. Penduduk Islam menjadi 4 miliar jumlahnya, menyamai penduduk seluruh Asia.

img_title Sejarawan Anhar Gonggong Kritik Polisi Sita Buku 'Karl Marx' Karya Romo Magnis

Sejak 1960an penganut agama Islam masih nomor 4 di Asia. Sekarang jumlah penduduk Islam di Asia nomor satu hampir sama dengan penduduk Hindu India. Mulai dari Timur Tengah, Indonesia, Pakistan, Bangladesh, termasuk muslim di Tiongkok & India. Porsi Muslim Tiongkok mencakup ratusan juta penduduk.

Pembaharuan ekonomi Islam tidak bisa hanya membahas riba, haram & halal. Apalagi teori saudagar muslim atau solidaritas pengusaha muslim. Itu ibarat membahas minyak (minoritas Tionghoa) dalam air (muslim). Ya tidak cukup dipelototi air nya. Yang lebih cepat adalah mencampurkan keduanya.

img_title Candra Darusman Satukan Musik dan Literasi Lewat Hal Ini

Marsda TNI (pur) Margono adalah contohnya tionghoa muslim di TNI dan BAIS. Marsekal Muda TNI Surya Margono atau Chen Ke Cheng adalah seorang Purnawirawan TNI-AU muslim berdarah Tionghoa. Marsekal yang terlahir dari orang tua keturunan Tionghoa Tjhin Bitjung dan Bong Chiukhiun. Saat ini ia menjabat sebagai Pa Sahli Tk III Bid Hubint Panglima TNI. Sebelumnya ia menjabat Direktur D Bais TNI.

Marsda Surya Margono mengatakan bahwa anak-anak nya bergantian antara imlek & lebaran. Saat lebaran berkunjung kepada mertua.

Baru-baru ini pria keturunan Tionghoa yang bertugas sebagai anggota Kepolisian bernama Hendra Kurniawan yang mendapat promosi kenaikan pangkat menjadi Brigjen dari Kapolri Idham Aziz.

Brigjen Hendra Kurniawan menjabat Karopaminal Divpropam Polri, Jenderal Polisi Pertama Keturunan Tionghoa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Konsep bahwa Tionghoa dibatasi masuk TNI, polri, jaksa, PNS & BUMN dan akhirnya masuk ke bidang ekonomi & bisnis akhirnya menjadi stigma bahwa mereka Tionghoa berbakat bisnis & berbakat kaya. Tentu itu salah.

Bilamana Tionghoa dibatasi hanya bidang sektor bisnis, akibatnya mereka pun tidak tahu penderitaan rakyat secara nyata. Paling hanya melihat di sinetron. Dan korban cultural differences model youtuber dokter Richard semakin banyak, karena millennial tidak sensitif kepada penderitaan rakyat umum.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut