Ekspansi Pasar Terhambat Regulasi
- VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi
Diekspor ke negara mana saja?
Kalau bicara militer kami tidak bisa buka-bukaan semuanya. Karena agak sensitif kalau negara-negara itu kami sebut.
Produk apa saja yang diekspor?
Amunisi, kemudian senjata, pistol, dan bom, termasuk panser.
Pemerintah meminta Pindad untuk melakukan inovasi. Tanggapan Anda?
Arahan Bapak Wapres waktu saya diundang, beliau memang meminta agar kami melakukan ekspansi bisnis.
Lalu, apa tindak lanjut dari arahan Wapres?
Melakukan joint operation. Sudah beberapa penawaran, bahkan sudah ada beberapa agreement partnership yang sudah kami teken, dan sekarang masuk ke dalam tahapan implementation agreement, untuk membuat amunisi kaliber 556 dan kaliber 762 MM, MKB mulai dari 20, 30, 105, 155. Selain itu, akan ada investor untuk ikut membangun fasilitas produksi amunisi kaliber kecil kami dan amunisi kaliber besar.Â
Apakah kerja sama dengan luar negeri dibolehkan?
Di Undang Undang Industri Pertahanan, kami belum boleh melakukan joint venture. Tetapi kalau joint marketing, joint production itu bisa. Ini salah satu strategi kami untuk melakukan strategic partnership guna mengimplementasikan arahan dari Bapak Presiden dan Bapak Wapres untuk menjual produk-produk pertahanan yang diproduksi PT Pindad.
Negara atau lembaga apa saja yang menjalin kerja sama dengan Pindad?
Selama ini kami masih G to G ya, tidak antarlembaga. Jadi kerja sama negara, semuanya negara.
Kerja sama dengan Tata Motors termasuk G to G?
Tata Motors itu bermula pada kunjungan Bapak Presiden ke India beberapa waktu lalu, ini kami follow up. Kebetulan saya ikut dalam rombongan tersebut, bagaimana kami bisa menjalin kerja sama dengan India. Nah, PT Pindad bekerja sama dengan Tata Motors, ada dua hal yang kami bahas dan lakukan penandatanganan MoU bersama mereka, salah satunya adalah kendaraan komersial dan kendaraan militer.Â
Kendaraan komersial?
Kendaraan komersial menarik bagi Pindad, karena ternyata sasisnya sama. Mau dipakai di militer, mau dipakai di komersial itu sama, sehingga kami bisa melakukan efisiensi di sisi waktu dan harga. Di komersial kami akan coba masuk di kendaraan truk pengangkut personel. Kemudian kami akan masuk di kendaraan water cannon dengan menggunakan teknologi dari mereka. Jadi itu G to G, hanya saja implementasinya antara PT Pindad dan Tata Motors.