Patah Hati, Erdogan Bunuh Diri Disiarkan di Facebook Live

Erdogan Ceren.
Sumber :
  • Picture: Facebook Erdogan Ceren

VIVA.co.id – Seorang pemuda bernama Erdogan Ceren (22) asal Turki tewas setelah menembakkan pistol ke tubuhnya yang disiarkan langsung melalui akun Facebook.

Sosiolog Kriminalitas Ungkap 5 Kejanggalan Kematian Diplomat Kemlu Arya Daru: Bukan Bunuh Diri?

Ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya ini lantaran mengalami patah hati. Melansir situs Metro, Rabu, 12 Oktober 2016, Erdogan memang menghadapi permasalahan asmara dan hidupnya merasa tertekan.

Aksi tragis ini direkam oleh dirinya sendiri dengan durasi sekitar 40 detik. Sesaat sebelum menembakkan diri, Erdogan terlihat sangat tertekan dan berulang kali mengatakan ingin segera mengakhiri hidup.

Shock, Polisi Temukan Bukti Arya Daru Ingin Akhiri Hidup Sejak 10 Tahun Lalu!

Video ini pun menjadi viral di media massa, di mana ditonton oleh lebih dari setengah juta orang dalam Facebook Live.

Beberapa orang bahkan meninggalkan komentar di kolom Facebook dan mendesaknya untuk tidak bunuh diri.

Bukan Pembunuhan, Polisi Pastikan Diplomat Kemlu Tewas Kepala Dilakban karena Bunuh Diri!

Namun, tak lama berselang, pemuda tanggung ini tiba-tiba mengarahkan senjata ke perut dan terdengar suara keras yang diyakini sebagai suara tembakan.

Tampilan video lalu berubah menjadi gelap, sebelum beberapa menit kemudian berhenti.

Menurut beberapa media Turki, keluarganya sempat mendengar suara kegaduhan dari kamar Erdogan, dan segera menemukannya dalam keadaan terluka.

Namun naas nyawanya tak bisa diselamatkan. Diketahui pula beberapa kali ia memposting curhatannya yang sedang patah hati melalui Facebook-nya.

Mantan dubes RI untuk AS, Dino Patti Djalal di kawasan Jakarta Pusat

5 Fakta Mengejutkan yang Bikin Dino Patti Djalal Yakin Kematian Arya Daru Bukan Bunuh Diri

Dino Patti Djalal ungkap 5 alasan kuat yang membuat dugaan bunuh diri diplomat Arya Daru Pangayunan sulit diterima. Ada banyak kejanggalan yang belum terjawab.

img_title
VIVA.co.id
10 Agustus 2025