Gubernur Bantah Adanya Isu Gerakan Riau Merdeka, yang Diperjuangkan Status Daerah Istimewa

Gubernur Riau Abdul Wahid
Sumber :
  • ANTARA/HO-Pemprov Riau

Pekanbaru, VIVA – Gubernur Riau Abdul Wahid membantah adanya isu gerakan Riau Merdeka yang sempat mencuat di media sosial, di mana menurutnya hal itu merupakan gerakan wacana lama dan tidak ada lagi saat sekarang ini.

Pembakaran Kantor DPRD Makassar, Tiga Orang Tewas dan Lima Luka

Abdul Wahid di Pekanbaru, Kamis mengatakan kondisi daerahnya saat ini kondusif dan masyarakat tetap fokus pada pembangunan daerah. Dia juga tidak melihat ada tokoh-tokoh menggerakkan hal itu.

“Riau Merdeka saya rasa itu wacana lama. Artinya sejauh ini belum saya lihat ada tokoh yang menggerakkan itu. Di Riau masih adem-adem saja, biasa-biasa saja tidak ada gerakan itu,” kata Abdul Wahid.

Program Satu Rumah Satu Sarjana di Kalteng Diganjar Penghargaan, Gubernur: Terima Kasih Guru, Dosen dan Rektor

Untuk itu dia mengimbau semua pihak untuk tidak berlebihan menanggapi isu tersebut. Membesar-besarkan wacana semacam itu katanya justru berpotensi mengganggu fokus pembangunan yang sedang dijalankan.

Komdigi Bantah Ada Upaya Batasi Akses Medsos Imbas Demo

“Ya, jangan terlalu di-'framing' soal-soal begitu. Kita sekarang ini adalah bagaimana membangun Riau dan membangun Indonesia,” tegasnya.

Abdul Wahid menilai, yang lebih tepat saat ini untuk diperjuangkan adalah status Daerah Istimewa Riau (DIR). Hal itu sebagaimana yang dimiliki oleh Daerah Istimewa Yogyakarta dan Aceh.

Status tersebut dapat memberikan keleluasaan pengelolaan daerah, termasuk dalam sektor budaya, pemerintahan, dan pengelolaan sumber daya alam. Wacana DIR lanjutnya lebih realistis karena tetap berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), namun memberi ruang khusus bagi kearifan lokal dan kebutuhan daerah.

Ia menambahkan, status tersebut akan memperkuat Riau sebagai salah satu daerah strategis di Sumatera. “Yang betul itu ada keinginan Daerah Istimewa Riau. Istimewakan seperti Yogja dan Aceh,” ungkapnya. (Ant)

Massa membakar dua unit bus polisi di markas gegana

Massa Bakar 2 Mobil Polisi dan Jarah Barang di Markas Gegana

Massa yang jumlahnya diperkirakan mencapai seratusan orang membakar dua unit bus polisi yang terparkir di eks gedung Mapolres Metro Jakarta Pusat.

img_title
VIVA.co.id
30 Agustus 2025