Dukung Industri Film RI, Amar Bank Usung Solusi Finansial hingga Akses Pembiayaan
- [Istimewa]
Jakarta, VIVA – Emiten perbankan PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) mulai melirik industri kreatif seperti industri perfilman nasional, karena posisi film dalam sistem ekonomi kreatif saat ini dinilai semakin strategis. Sehingga, dibutuhkan dukungan dari ekosistem pendukung, seperti misalnya solusi keuangan digital yang kian relevan.
Senior Vice President (SVP) MSME Amar Bank, Josua Sloane menegaskan, karakter industri film yang unik menuntut perencanaan anggaran, pengelolaan keuangan, dan strategi distribusi yang matang, agar proses produksi berjalan lancar dan berkelanjutan.
"Disiplin pengelolaan keuangan dan pembiayaan fleksibel adalah kunci keberlangsungan produksi. Sineas pun dapat membangun portofolio finansial sehat agar lebih siap bermitra dengan investor dan lembaga pembiayaan," kata Josua dalam keterangannya, Senin, 25 Agustus 2025.
Lokasi Syuting Film Pulung Gantung
- ist
Di Amar Bank, Josua memastikan bahwa pihaknya berupaya untuk memberikan solusi finansial yang memanfaatkan teknologi digital. Dimana nantinya, sineas dapat memantau dan mengelola keuangan secara digital, dan mengakses pembiayaan fleksibel. "Hal ini akan menciptakan ekosistem yang lebih transparan, efisien, dan terpercaya," ujarnya.
Dia menegaskan, inisiatif ini bukan hanya bagian dari misi besar Amar Bank dalam mendukung ekonomi kreatif Indonesia, tapi juga mencerminkan kepemimpinan Amar Bank dalam inovasi digital.
"Amar Bank menunjukkan bagaimana layanan keuangan dapat bertransformasi untuk menjawab kebutuhan sektor ini," kata Josua.
Komitmen ini juga diwujudkan melalui keterlibatan aktif Amar Bank sebagai mitra utama JAFF Market 2025, yang merupakan forum utama industri film Indonesia. Dalam ajang ini, Amar Bank membawa inovasi keuangan digital lebih dekat ke ekosistem kreatif, khususnya perfilman, demi membuka peluang lebih luas bagi pertumbuhan inklusi keuangan di sektor ekonomi kreatif.
"Langkah ini sejalan dengan upaya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta OJK dalam memperkuat kontribusi sektor kreatif terhadap ekonomi digital nasional," ujarnya.
Senada, Produser dan Pemilik Rumah Produksi Miles Film, Mira Lesmana, menegaskan pentingnya pemahaman menyeluruh dari cerita hingga pemasaran, agar produksi berjalan dalam ekosistem yang sehat.
“Selain menciptakan suasana produksi kondusif, sineas harus peka terhadap pasar, menyesuaikan skala produksi, dan mengkomunikasikan potensi film secara realistis kepada investor,” kata Mira.
Mira Lesmana.
- Ist.
Menurutnya, keberlanjutan karya juga membutuhkan perencanaan matang, terutama dalam aspek finansial. Riset pasar dan kemitraan sejak awal adalah landasan penting, agar produksi tidak menemui tantangan besar.
"Setiap proyek harus disesuaikan dengan kapasitas, mengenali target penonton, dan mengelola risiko dengan bijak," ujarnya.