Dijual Batangan, Penyebab Anak Mudah Terpapar Rokok

Ilustrasi merokok.
Sumber :
  • Pixabay/karosieben

VIVA – Harga rokok yang masih terjangkau, bahkan dijual secara batangan, menjadi salah satu sebab banyak anak telah terpapar rokok. Hal ini terkuak dalam sebuah penelitian tahun 2014 yang dilakukan Yayasan Lentera Anak, Smoke Free Agents dan Yayasan Pemerhati Media Anak.

img_title Biro Hukum Sebut Pembahasan Raperda KTR Masih Dinamis, Aspirasi Rakyat Ditampung

Mereka mengungkap, bahwa industri rokok sengaja menarget anak-anak dengan meletakkan iklan-iklan produk mereka di sekitar sekolah. Industri rokok saat ini memakai strategi berpromosi mengiklankan produknya dengan mencantumkan harga rokok, termasuk menjualnya secara batangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Angka ini merupakan sebuah alarm yang artinya Pemerintah Indonesia harus segera bertindak dan mencari solusi atas persoalan ini," ungkap Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Lenny N. Rosalin, dalam siaran pers yang diterima VIVA, Kamis, 20 Desember 2018

img_title Inflasi September 0,21 Persen, Harga Cabai Merah, Rokok, hingga Daging Ayam Naik

Lenny juga mengatakan bahwa paparan rokok yang sangat masif dapat berpengaruh negatif bagi kualitas hidup 83,4 juta anak Indonesia. Selain berpengaruh bagi kesehatan, dampak konsumsi rokok juga dapat menggerus perekonomian bangsa.

“Rokok merupakan bahaya laten bagi anak, yang dapat merenggut kesehatan anak di masa depan. Dampak konsumsi rokok baru akan dirasakan 15-20 tahun mendatang, saat anak-anak mencapai usia produktif," kata Lenny.

img_title Raperda KTR Bikin Pedagang Resah, Pramono Beri Respons

Selain itu, anak merupakan kelompok rentan yang menjadi perokok pasif dan memiliki risiko yang juga berbahaya seperti perokok aktif. Ia mengatakan anak yang terpapar asap rokok akan memiliki pertumbuhan badan yang tidak optimal dan mengalami stunting.

"Untuk itu, anak harus dilindungi, mereka harus dihindarkan dari rokok. Kita harus bangun anak-anak kita yang merupakan generasi masa depan bangsa sebagai generasi yang hebat tanpa rokok,” kata Lenny. (ase)

Aksi demo pedagang menolak Raperda KTR di kawasan Tugu Tani

Dinilai Tak Berpihak, Sejumlah Pedagang Gelar Aksi Protes Tolak Raperda Kawasan Anti Rokok

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah mengenai Kawasan Tanpa Rokok (Raperda KTR) DKI Jakarta masih berlangsung sampai saat ini. Protes dari para pedagang pun kian masif.

img_title
VIVA.co.id
3 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut