SOROT 489

Cengkam Klan Soeharto

Foto Presiden Soeharto dan dan Ibu Tien di Dalem (rumah) Kalitan, Solo.
Sumber :
  • VIVA/Fajar Sodiq

"Partai ini didirikan oleh para militan Soeharto. Semua dengan semangat bekerja untuk Pak Tommy Soeharto, untuk membangun partai ini," ujar Ketua Umum Partai Berkarya Neneng A Tuty.

img_title Prabowo: Soeharto Tak Mau Berkuasa dengan Senjata, Beliau Tampil karena Ada Vakum

Tommy pun mendapat tiket di Pemilu 2019. Partai Berkarya miliknya dinyatakan lolos oleh KPU dan siap bersaing dengan 13 parpol lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski memang sulit menempatkan Tommy sebagai calon presiden karena terganjal Undang-undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, yang melarang calonnya pernah menjadi terpidana. Namun, setidaknya dengan kemunculan Partai Berkarya yang dibidani Tommy, maka akan memberi ruang gerak bagi trah Soeharto untuk bisa melesak maju selangkah.

img_title Elite PDIP Minta Pemberian Gelar Pahlawan Nasional ke Soeharto Dikaji Ulang: Mengabaikan Fakta Sejarah

Sementara, Tommy secara prinsip akan berada di belakang. Mengingat ia sejak dahulu memang sudah digadang sebagai "penjaga harta". Seperti pernah dilaporkan New York Times (1998), putra bontot Soeharto ini berserakan di beragam saham bisnis besar di luar negeri dan tanah air.

Tommy layaknya Tutut, sebagai pengawal pundi harta klan Soeharto yang tersisa dan berhamburan dimana-mana. Entah itu dalam sektor properti, telekomunikasi, makanan, infrastruktur, perdagangan dan lain sebagainya.

img_title Tepat Hari Ini 4 Mei 43 Tahun yang Lalu: Indonesia Gelar Pemilu ke-4 di Era Orde Baru, Golkar Menang Telak

Atas itu, masuk di dunia politik tak lebih seperti sebuah mainan bocah kecil, dan tak perlu hiruk pikuk. Cukup Titiek yang menjadi andalan.


Mantera Piye Kabare

Terlepas itu, bukti bahwa hasrat keluarga Cendana ingin tampil ke permukaan lagi sudah terlihat. Meski banyak pihak masih menyangsikan. Namun, tetap tak bisa disepelekan begitu saja.

Tutut telah muncul meski samar lewat Partai Garuda, lalu Titiek lewat Partai Golkar-nya, kemudian Tommy lewat Partai Berkarya. Belum lagi Bambang Trihatmodjo, yang terkenal tajir dan kini telah didaulat menjadi komisaris NET TV.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu berikutnya si putri bungsu Siti Hutami Endang Adiningsih, atau Mamiek, pemilik Taman Buah Mekarsari Bogor, atau mungkin juga putra kedua Soeharto, Sigit Harjojudanto, yang juga mewarisi ragam kekayaan, meski memilih jauh dari dunia politik.

Menurut pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio, meski peluang trah Soeharto cukup sempit. Namun bagaimana pun peluang itu tetap ada. Salah satunya dengan menjadikan romantisme Orde Baru sebagai bahan simpatik.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut