SOROT 489

Cengkam Klan Soeharto

Foto Presiden Soeharto dan dan Ibu Tien di Dalem (rumah) Kalitan, Solo.
Sumber :
  • VIVA/Fajar Sodiq

Titiek memang memiliki potensi menjadi penerus klan Soeharto di jagat politik. Secara usia ia masih mumpuni ketimbang Tutut yang usianya jauh lebih tua.

img_title Mengapa G30S PKI Bisa Terjadi? Begini Penjelasan Sejarahnya

Selain itu, sebagai putri Soeharto, darah Golkar memang kental di tubuh Titiek. Sangat maklum jika ia berambisi kembali merebut partai yang dibesarkan ayahnya. "Golkar adalah partai besar dan aset bangsa," kata Titiek.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atas itu juga, sampai hari ini Titiek masih bergumul untuk mewujudkan harapan klan Soeharto agar bisa kembali dianggap ada. Pemilu 2019 dan Golkar pun menjadi sebuah niscaya yang bisa mendorong Titiek.

img_title Dilamar Cucu Presiden Soeharto, Siapa Sosok Patricia Schuldtz Calon Menantu di Keluarga Cendana?


Tommy "Penjaga Harta"

Sejak lengser, kiprah politik keluarga Cendana, memang terkesan diam. Meski begitu, pergerakan keluarga mantan penguasa 32 tahun ini tetap beriak dan sesekali muncul.

img_title Cucu Presiden Soeharto, Darma Mangkuluhur Lamar Sang Kekasih di Alam Liar Afrika

Tutut yang mencoba peruntungan lewat partai pada 2002, lalu Titiek yang kini bercokol di DPR, menjadi pertanda bahwa klan Soeharto masih ada.

Tak luput dilakukan Tommy Soeharto. Putra keenam Soeharto yang memiliki nama asli Hutomo Mandala Putra ini, bergerak pelan menautkan kakinya di politik.

Tahun 2009, atau tiga tahun berselang usai ia bebas bersyarat dari kasus pembunuhan Hakim Agung Syarifuddin, nama Tommy muncul dalam bursa calon Ketua Umum Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional di Riau.

Namun sayang, Tommy tak mendapat satu pun suara. Perahu Golkar pun dipegang Aburizal Bakrie. Ia pun menjaga peruntungan lain dengan mendirikan Partai Nasional Republik pada tahun 2012, dengan cara mengakuisisi Partai Sarikat Indonesia.

Dan lagi-lagi, partai besutan Tommy ini gagal di jalan saat Pemilu 2014. Akhirnya partai ini pun melebur bersama Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Tommy Soeharto menghadiri penutupan Rapimnas PP Muslimat NU

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden Komisaris PT Humpuss Group Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto (kanan) menghadiri acara penandatanganan nota kesepahaman antara Humpuss Group dengan Muslimat NU disela-sela acara Penutupan Rapimnas PP Muslimat NU di Jakarta. (ANTARA FOTO/Reno Esnir) 

Sampai di tahun 2016, Tommy kembali menggagas pendirian Partai Beringin Karya. Partai ini juga tak lain dari Nasional Republik yang gagal di tahun 2012 lalu. Ia pun didapuk menjadi ketua Majelis Tinggi sekaligus ketua Dewan Pembina.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut