- VIVA/Beno Junianto
Hal menarik adalah ketika publik juga ikut bergerak menjadi pemantau Pemilu secara independen. Tak ingin hanya diam memantau dan menerima hasil, sebagian publik memilih bekerja aktif menjadi relawan dan berjuang memantau pemilu. Jelang pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019, jumlah lembaga pemantau Pemilu 2019 terus bertambah. Menurut catatan Bawaslu, setidaknya ada 103 lembaga pemantau yang sudah tersertifikasi oleh Bawaslu.Â
Salah seorang warga negara yang memilih untuk ikut memantau pelaksanaan Pemilu adalah Rully Achdiat Santabrata. Bersama Ainun Najib, ini adalah kedua kalinya Rully menjadi relawan. Membawa nama lembaga KawalPemilu.org, Rully dan Ainun menggerakkan publik untuk ikut berpartisipasi mengawal proses penghitungan suara. Dan tak hanya untuk penghitungan Pilpres, tapi juga Pileg.
![]()
Suasana penghitungan suara di TPS
Ketika diwawancara VIVA, Rully mengaku Kawal Pemilu bertujuan menjadi alternatif data pembanding KPU, tapi menyajikan data real count lebih cepat dari KPU. Seperti pada tahun 2014, tahun ini Kawal Pemilu juga melakukan tabulasi real count.Â
Rully mengatakan, tahun 2014, Ainun Najib menjadi penggagas dan inisiator dari Kawal Pemilu. Ainun dan Rully lalu mengajak kawan-kawannya yang berprofesi di bidang IT untuk membangun sistem Kawal Pemilu. Semuanya WNI dan berdomisili di luar negeri (diaspora).
"Di tahun 2014, Kawal Pemilu kami bentuk atas respon klaim kemenangan dua belah pihak yang tidak didasarkan pada data. Ini membuat ketidakjelasan, terlebih KPU saat itu sudah mengumumkan akan menetapkan pemenang dua minggu setelah pelaksanaan Pilpres," ujar Rully.Â
Untuk tahun 2019, ujar Rully, situasi tidak jauh berbeda. Karena pelaksanaan pemilu serentak (5 kali) dan jumlah TPS yang naik dari 470 ribu menjadi 810 ribu, dan KPU berencana menetapkan pemenang dalam 35 hari. Rully menegaskan, ketidakjelasan ini bisa menimbulkan kerawanan.
"Tahun ini relawan dibutuhkan untuk memfoto dan meng-upload C1 Plano dari tiap TPS. Sampai hari ini tercatat 43.438 yang telah bergabung menjadi relawan, 16.239 di antaranya melalui metoda referral (teman ajak teman)," ujarnya menjelaskan.Â
Selain Kawal Pemilu, lembaga lain yang ikut melakukan pemantauan Pemilu atas keinginan sendiri adalah MataMassa. Lembaga ini adalah bentukan sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jakarta. Seperti Kawal Pemilu, MataMassa juga sudah melakukan pemantauan sejak tahun 2014.Â