- VIVA/Beno Junianto
![]()
Peta sebaran suara Jokowi dan Prabowo yang diunggah Kawal Pemilu
Koordinator MataMassa, Jackson, juga mengakui tingginya animo publik untuk aktif memantau Pemilu. "Cukup baik, terbukti dari banyaknya informasi yang masuk ke situs matamassa.org. Informasi tersebut dilakukan oleh masyarakat yang bukan menjadi pemantau, namun telah mengunduh aplikasi matamassa," ujarnya.Â
Jackson memaparkan, cara melaporkan pelanggaran Pemilu 2019 ke MataMassa, bisa dilakukan dengan berbagai cara. "Pertama, melalui situs. masuk ke halaman Laporkan! di http://matamassa.org/reports/submit dan lengkapi semua kolom yang ada," tuturnya.Â
Cara kedua adalah melalui aplikasi penerima pesan, Whatsapp. Publik bisa menyampaikan laporan ke nomor 0813-7020-2014 dengan format Lapor
Menurut Jackson, pada 2014 mereka menerima laporan yang cukup banyak dan beragam, mulai dari pelanggaran administratif hingga pelanggaran pidana pemilu.
Lembaga lain yang rutin melakukan pemantauan Pemilu adalah Komite Independen Pemantau Pemilu atau KIPP. Lembaga ini sudah tercatat melakukan pemantauan Pemilu sejak 1999. Meski anggota KIPP Nasional hanya 15 orang, namun KIPP memiliki lebih dari 40ribu relawan yang tersebar di seluruh Indonesia. Rata-rata mereka mahasiswa yang sudah diberikan training oleh KIPP. Untuk menjalankan tugasnya, mereka diberikan atribut mulai dari id card dari Bawaslu, kemudian lembaran ceklis untuk pemantauan di TPS-TPS.
Sekjen KIPP Indonesia Kaka Sumanta mengatakan, ada tiga metode yang mereka lakukan untuk memantau Pemilu. "Pertama adalah observasi, lalu monitoring dan terakhir fact finding, semacam investigasi lah. Kalau observasi itu hampir sama sih sama teman-teman jurnalis ya, dengan menanyakan 5W+1H, kemudian ada semacam ceklis. Kalau monitoring itu lebih kepada memberikan rekomendasi-rekomendasi untuk penyelenggara pemilu, dan fact finding itu untuk memperdalam sebuah temuan, dan sifat rekomendasinya adalah rekomendasi yang sifatnya lebih mengikat," ujarnya.Â
![]()
Jumpa Pers KIPP
Kerja lembaga pemantau Pemilu yang kredibel mampu memberi dampak positif pada penilaian dunia atas proses pemilihan umum yang terjadi di negeri ini. Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, pihaknya ingin menunjukkan bahwa Pemilu di Indonesia sangat terbuka transparan, semua orang bisa mengakses.Â