SOROT 461

Lampu Kuning dari Sang Legenda

Pabrik jamu PT Njonja Meneer yang berada di Jalan Raya Kaligawe, Semarang, Jawa Tengah.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aji Styawan

Direktur Marketing PT Sido Muncul, Irwan Hidayat, menambahkan, adanya situasi tidak baik pada perusahaan industri jamu sejenis saat ini, tentunya menjadi pelajaran bagi seluruh industri jamu di Tanah Air.

img_title Kemenperin Tegaskan Lartas Impor Produk Tekstil Bukan untuk Hambat Industri, Ini Tujuannya

Dan untuk Sido Muncul, ia mengatakan, hal itu terus diatasi dengan berbagai review produk yang sudah dipasarkan. Terlebih, Sido Muncul memang selalu melakukan inovasi dalam setiap produk.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau mau jadi kelas dunia harus laku di negerinya sendiri dulu. Kami tetap optimis dong. Karena yang terpenting kan bagaimana bisa tetap berinovasi untuk memenuhi permintaan pasar," ujar Irwan kepada VIVA.co.id. 

img_title Usung Inovasi Industri Health Care, Swayasa Prakarsa Siap Melantai di Bursa

Selanjutnya, Perlu Inovasi

*

img_title 7 Kawasan Industri Ekosistem Holding Danareksa Kirim 9,5 Ton Beras hingga Makanan Jadi ke Warga Terdampak Gempa NTT

Perlu Inovasi

Tidak banyaknya upaya perbaikan penjualan produk jamu yang dilakukan industri di Tanah Air, ditengari menjadi penyebab mulai turunnya pendapatan usaha. Bahkan, kondisi ini yang diperkirakan membuat Nyonya Meneer terlilit utang akibat turunnya laba.

Situasi ini pun diakui oleh Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional, Dwi Ranny Pertiwi Zarman. Ia menilai, peluang pasar jamu di dalam negeri tidak menurun dan justru semakin naik.

Bahkan, industri dan usaha-usaha jamu kini bermunculan dalam skala menengah kecil. Selain itu, sejumlah industri farmasi yang ada ikut berinvestasi di produk bahan alam, sehingga menjadikan persaingan jamu kian ketat.

Untuk itu, Dwi menilai, dengan persaingan yang begitu ketat di dalam usaha jamu, industri dalam negeri perlu mengikuti zaman, regulasi dan kesesuaian dalam sumber daya manusia (SDM), sehingga mampu menjaga eksistensi usaha. 
 
"Dalam dunia usaha, semua bisa terjadi, banyak indikator yang bisa menyebabkan berkembang atau menurunnya kemampuan sebuah perusahaan. Bisa dari dalam maupun luar perusahaan," ujar Dwi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, agar usaha tetap bertahan, sejumlah industri jamu di dalam negeri perlu melakukan peralihan. Saat ini, lanjut Dwi, sudah banyak industri jamu yang mulai beralih ke dunia pangan atau kuliner, seperti masuk ke usaha waralaba bakso.

"Jadi yang peralihan ini ada, bisnis bakso untuk outletnya semakin banyak dan bisnis jamunya tetap jalan, walau perjuangannya masih panjang untuk menjadi hebat seperti dahulu," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut