- ANTARA FOTO/Aji Styawan
"Omzet mereka besar sekali. Jadi sebenarnya industri jamu ini masih banyak peminat. Belanda saja datang jauh-jauh mau ambil rempah-rempah di sini. Jamu dari mana? Rempah-rempah," ujarnya.
Selanjutnya, Penyelamatan Nyonya Meneer
Penyelamatan Nyonya Meneer
Di tengah berbagai upaya penyelamatan Nyonya Meneer, justru angin segar berembus dari rencana pengusaha kawakan nasional, yaitu Rachmat Gobel, yang akan membantu penyelesaian utang perusahaan jamu legendaris itu.
Mantan menteri Perdagangan tersebut bahkan secara khusus disebut telah menemui Presiden Direktur PT Nyonya Meneer, Charles Saerang dan mendengar langsung keluh kesah yang dihadapi industri tersebut.
Bahkan, isu yang berembus, Rachmat Gobel sepakat untuk menyelamatkan Nyonya Meneer dari kepailitan, lalu segera terlibat dalam proses restrukturisasi utang dan akan menindaklanjuti dengan pertemuan tim keuangan kedua pihak.
![]()
Tim Kurator PT Perindustrian Njonja Meneer yang ditunjuk Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang menyegel pabrik jamu milik PT Njonja Meneer di Jalan Raya Kaligawe, Semarang, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Aji Styawan)
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional, Dwi Ranny Pertiwi, saat berbincang dengan VIVA.co.id melalui sambungan telepon, menjelaskan soal kabar upaya penyelamatan Nyonya Meneer itu.
Dwi mendengar kabar tersebut langsung dari Presiden Direktur PT Nyonya Meneer, Charles Saerang, Rabu malam 9 Agustus 2017.
“Saya dengar dari Pak Charles langsung, kalau semalam itu ada pertemuan. Semalam kami ngobrol sedikit, dan katanya sudah ada titik terang,” kata Dwi di Jakarta, Kamis 10 Agustus 2017.
Sementara itu, Haryadi Sukamdani menambahkan, dalam upaya penyelamatan Nyonya Meneer, langkah cepat yang harus dilakukan tentu adalah segera menyelesaikan dan melunasi semua utang yang dimiliki perusahaan tersebut.
Sebab, tidak ada cara lain yang bisa dilakukan selain hal itu saat ini. “Hanya tinggal dilunasi saja utangnya. Pasti kelar. Karena tidak ada cara lain,” katanya kepada VIVA.co.id.
Sementara itu, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, terkait dengan bangkrutnya Nyonya Meneer, pemerintah mengakui perlu penanganan khusus agar industri jamu sejenis tidak mengalami nasib yang sama.