India Klaim Gagalkan Serangan Udara Besar-besaran Pasukan Pakistan

VIVA Militer: Jet tempur militer India menembakkan rudal presisi
Sumber :
  • Odishatv

VIVA –Ketegangan meningkat tajam setelah militer India mengklaim berhasil menggagalkan serangan udara besar-besaran, yang dilancarkan militer Pakistan, yang berlangsung sejak Rabu 7 Mei 2025 malam waktu setempat. 

Dengan menggunakan drone, rudal pertahanan udara hingga pesawat tempur JF-17 Thunder, militer Pakistan menggempur sejumlah wilayah seperti Awantipura, Jammu, Amritsar hingga Bhuj.

Serangan yang dilancarkan oleh Pakistan ditujukan pada sejumlah besar fasilitas militer India yang tersebar di wilayah utara dan barat negara tersebut.

Tak tinggal diam, Angkatan Bersenjata India India menanggapi agresi ini dengan serangan rudal presisi terhadap instalasi pertahanan udara HQ-9 militer Pakistan, termasuk penghancuran sistem radar di dekat Lahore.

VIVA Militer: Sistem rudal pertahanan udara HQ-9 buatan China

Photo :
  • China Military/Zhu Jianghai

Namun berkat kesiapan dan kecanggihan sistem pertahanan udara militer India, seluruh ancaman berhasil dinetralisir tanpa menimbulkan kerusakan.

"Ini adalah bentuk agresi yang tidak beralasan dan tidak dapat diterima," bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan India dilansir VIVA Militer dari Odishatv. 

Kementerian Pertahanan India juga mengungkapkan, serangan yang dilancarkan militer Pakistan di sepanjang Garis Kontrol (LoC) telah membunuh setidaknya 16 orang warga India, termasuk perempuan dan anak-anak.

351 Orang Tewas Akibat Banjir Bandang dan Longsor di Pakistan

Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi lagi-lagi menyatakan bahwa serangan ke Pakistan adalah aksi yang teruku dan proporsional. Serangan presisi ke sasaran strategis Pakistan, khususnya sistem pertahanan udara di sekitar Lahore. 

VIVA Militer: Jet tempur F-16 Angkatan Udara Pakistan

Photo :
  • Agence France-Presse (AFP)
Bendungan Raksasa Tiongkok di Tibet Ancaman bagi Keamanan Air Bangladesh

Serangan ini dilakukan untuk melumpuhkan kemampuan pengintaian dan radar, yang diyakini digunakan dalam perencanaan agresi udara militer Pakistan sebelumnya.

"Respons ini dirancang untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan mencegah insiden serupa di masa depan," ujar seorang pejabat militer senior India.

Bendahara di Instansi Militer Tambah Angka Nol di Slip Tukin Prajurit Rugikan Negara Rp 9,2 M, Dituntut 16 Tahun Penjara

Di saat yang sama, Pakistan juga dilaporkan meningkatkan aktivitas penembakan di sepanjang LoC, menyasar wilayah sipil dan militer di sektor Kupwara, Poonch, hingga Rajouri. 
 

VIVA Militer: Perdana Menteri India, Narendra Modi

Hubungan Modi dan Trump 'Memburuk' Gegara Nobel Perdamaian

Modi menolak untuk merekomendasikan Trump sebagai kandidat penerima Hadiah Nobel Perdamaian.

img_title
VIVA.co.id
31 Agustus 2025