Dibuat di Dalam Negeri, Segini TKDN Bus Listrik MAB

VIVA Otomotif: Bus listrik buatan MAB
Sumber :
  • VIVA/Yunisa Herawati

VIVA Otomotif – PT Mobil Anak Bangsa adalah perusahaan otomotif dalam negeri, yang berfokus pada pengembangan bus listrik yang ramah lingkungan.

img_title Purbaya Jamin Pemeriksaan Acak Jalur Hijau Tak Ganggu Proses Impor, Ini Tujuannya

Sejak didirikan pada 2016, MAB yang diinisasi oleh Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko telah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan tujuannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perusahaan ini telah mengembangkan bus listrik, yang sudah lulus proses sertifikasi dari Kementerian Perhubungan dan dipasarkan ke beberapa pihak.

img_title Mesin hingga Perahu Bikin Impor Januari-Agustus Naik 2,05 Persen, Cek Rinciannya

Direktur Utama MAB, Kelik Irwantono mengatakan bahwa awalnya MAB beroperasi secara kecil-kecilan namun sudah memiliki tim riset dan pengembangan.

VIVA Otomotif: Bus listrik buatan MAB

Photo :
  • VIVA/Yunisa Herawati

“Pada 2016 membentuk tim R&D di rumahan, kemudian kami kirim ke China. Saya lihat industri di sana cukup advance. yang bikin saya kagum adalah kontrol kualitasnya,” ujarnya di Jakarta, Selasa 9 Mei 2023.

img_title Minyak Rusia Tetap Mengalir

Setelah menimba ilmu hingga ke Negeri Tirai Bambu, tim MAB kemudian membuat purwarupa bus listrik dengan memanfaatkan sasis yang saat itu tersedia.

“Kami membuat purwarupa di 2016, pakai sasis Mercedes-Benz beratnya minta ampun karena baterainya. Kemudian di 2018 bikin purwarupa lagi, tapi sasis sudah bukan Mercy,” tuturnya.

Setelah purwarupa ketiga selesai dibuat di 2019, MAB merasa siap untuk memproduksi massal. Namun, tahun berikutnya wabah pandemi melanda.

Waktu yang ada kemudian dipakai untuk mengembangkan bus listrik berukuran medium, yang panjangnya 8 meter. Bus sebelumnya dirancang berukuran besar, dengan dimensi panjang 12 meter.

Terkait Tingkat Komponen Dalam Negeri, Kelik mengaku bahwa saat ini mereka sudah berhasil melokalkan sekitar 35 persen dari bagian bus.

“Yang masih impor itu baterai, kami bekerja sama dengan CATL. Kemudian controller dan axle, kenapa impor karena belum diproduksi di sini,” ungkapnya.

Dengan status tersebut, Kelik percaya diri bus buatan MAB bisa mendapatkan insentif dari pemerintah yang resmi diterapkan pada Maret tahun ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya percaya diri angkanya di atas 25 persen,” jelasnya.

Gedung Kementerian ESDM

ESDM Ungkap Nasib BBM yang Diimpor Pertamina Tapi Ditolak Vivo

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan nasib base fuel dari bahan bakar minyak (BBM) yang diimpor oleh Pertamina.

img_title
VIVA.co.id
3 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut