Penjara untuk Setya Novanto
- ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
9. Miryam S. Haryani sebesar 1,2 juta dollar AS
10. Markus Nari sebesar 400 ribu dollar AS
11. Ade Komarudin sebesar 100 ribu dollar AS
12. M. Jafar Hafsah sebesar 100 ribu dollar AS
13. Anggota DPR periode 2009-2014 sebesar 12,8 juta dollar AS dan Rp 44 miliar.
14. Husni Fahmi sebesar 20 ribu dollar AS dan Rp 10 juta
15. Tri Sampurno sejumlah Rp 2 juta
16. Beberapa anggota Tim Fatmawati, yakni Jimmy Iskandar Tedjasusila Als Bobby, Eko Purwoko, Andi Noor, Wahyu Supriyantono, Setyo Dwi Suhartanto, Benny Akhir, Dudy Susanto, dan Mudji Rachmat Kurniawan masing-masing sebesar Rp 60 juta.
17. Wahyudin Bagenda selaku Direktur Utama PT LEN Industri sebesar Rp 2 miliar
18. Abraham Mose, Agus Iswanto, Andra Agusalam, dan Darma Mapangara selaku Direksi PT LEN Industri masing-masing mendapatkan sejumlah Rp 1 miliar serta untuk kepentingan gathering sebesar Rp 1 miliar.
19. Mahmud Toha sejumlah Rp 3 juta.
20. Caharles Sutanto Ekapraja sebesar 800 ribu dollar AS
21. Manajemen Bersama Konsorsium PNRI sebesar Rp 137,9 miliar.
22. Perum PNRI sebesar Rp 107,7 miliar.
23. PT Sandipala Artha Putra sebesar Rp 145,8 miliar.
24. PT Mega Lestari Unggul yang merupakan holding company PT Sandipala Artha Putra sebesar Rp 148,8 miliar.
25. PT LEN Industri sebesar Rp 5,4 miliar.
26. PT Sucofindo sebesar Rp 8,2 miliar.
27. PT Quadra Solution sebesar Rp 79 miliar.
Drama 'Bakpao'
Ada drama yang menarik dalam penangkapan Setya Novanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Sejak ditetapkan sebagai tersangka untuk kedua kalinya pada akhir 2017 lalu, Novanto langsung menghilang dari peredaran. Dia sulit ditemukan dimanapun. Hingga memaksa penyidik KPK menjemput paksa Novanto ke rumahnya dan rupanya tak membuahkan hasil. Novanto sudah keburu melarikan diri.
Beberapa hari menghilang, tiba-tba dia muncul. Rencananya Novanto akan menyerahkan diri ke KPK namun di tengah jalan dia mengalami kecelakaan. Mobil yang ditumpanginya menabrak tiang listrik di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan.
Kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi mengatakan jika Novanto dalam kondisi pingsan saat dievakuasi dalam kecelakaan mobil di kawasan Jakarta Selatan. Saat ini, Novanto menjalani perawatan di Rumah Sakit Permata Hijau. Kata Fredrich, bagian depan kaca mobil yang ditumpanginya menabrak tiang. Karena melaju dalam kecepatan tinggi, bagian depan kaca mobil itu lepas dan menimpa kepala Novanto.