Kematian Tak Lagi Misteri

Ilustrasi jenazah.
Sumber :
  • REUTERS/Yuriko Nakao

Kecerdasan buatan memang makin menarik perusahaan tingkat dunia. Sebab teknologi ini punya potensi menjanjikan dalam menganalisis sejumlah besar data dalam waktu cepat, dibanding pengolahan data konvensional yang prosesnya butuh berjam-jam. 

img_title Siap Buka-bukaan Bukti Kasus Kematian Arya Daru, Puluhan CCTV Bakal Diputar Polisi Depan Keluarga

Dalam kasus Medical Brain, sistem tersebut terbukti efektif dalam pengumpulan data dan analisis data. Hasilnya pun memuaskan. Dengan demikian, kerja sistem kecerdasan buatan bisa meningkatkan diagnosis dokter dalam merawat pasien.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penggunaan kecerdasan buatan dari Medical Brain meski membawa terobosan namun juga mendapat sorotan dan kontroversi. 

img_title Kenapa Kondom Jadi Barang Bukti Kasus Kematian Arya Daru? Begini Kata Polisi

Muncul pertanyaan apakah pasien perlu diizinkan untuk melihat dan mengetahui kapan dia bakal mati. Selain itu, hasil dari Medical Brain itu juga melahirkan kekhawatiran, kemungkinan sistem itu akan lebih mempriositaskan pasien tertentu demi meningkatkan rekor besih dan akurasi sistem kecerdasan buatan Google itu. 

Facebook Ikutan

img_title Kuasa Hukum Minta Dalami Sosok Vara dan Dion di Kasus Kematian Arya Daru

Selain Google, dikutip dari Independent, Facebook juga masuk dalam deretan perusahaan yang masuk dalam sektor memprediksi matinya seseorang. 

Platform jejaring sosial ini terciduk mengajukan paten yang berjudul Predicting Life Changes. Paten ini digambarkan menjadi 'mesin prediksi pengubah kehidupan' yang memprediksi hal penting yang bakal terjadi pada kehidupan pengguna Facebook.

Dalam paten yang bernomor US20120016817A1 itu, untuk bisa tahu apa yang akan terjadi dalam hidupnya, Facebook memanfaatkan perubahan dan dinamika kehidupan pengguna misalnya status pernikahan, status hubungan, sampai status pekerjaan. 

"Sistem ini menggunakan serangkaian data latihan untuk menghasilkan algoritma prediksi menggunakan model mesin pembelajarn," demikian bunyi dokumen paten tersebut. 

Alasan Facebook mengembangkan algoritme pemprediksi kehidupan pengguna ini adalah untuk kepentingan periklanan. Laman Independent menuliskan, dengan mengetahui rinci kehidupan personal pengguna, Facebook bakal bisa memberikan iklan yang sangat relevan ke pengguna. 

Selain perusahaan teknologi dunia, beberapa universitas ternama juga tekun meneliti alat yang meningkatkan harapan hidup manusia. Beberapa alat yang dihasilkan sudah tersedia daring. 

Umumnya alat pemprediksi kematian yang dikembangkan universitas ternama menggunakan data di antaranya kesehatan, indeks massa tubuh, kebiasaan merokok dan minuman keras. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi pasien

Dikutip dari Mother Nature Network, peneliti Universitas Pennsylvania Amerika Serikat telah mengembangkan tool yang bakal memperkirakan pada usia berapa, pengguna menghembuskan nafas terakhirnya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut