Kematian Tak Lagi Misteri

Ilustrasi jenazah.
Sumber :
  • REUTERS/Yuriko Nakao

Pada tool universitas ini, pengguna diminta mengisi formulir daring yang berisi informasi personal, kondisi fisik dan usia, kondisi kehidupan meliputi pendidikan, status pernikahan sampai apakah sudah pensiun atau tidak.

img_title Kuasa Hukum Keluarga Arya Daru Datangi Kabareskrim, Ada Apa?

Tool ini juga mengumpulkan data apakah pengguna menjalankan praktik kebugaran, apakah menderita diabetes dan bagaimana kondisi kesehatannya sampai kebiasaan merokok dan minum alkohol. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah mengisi formulir tersebut, sistem akan meringkas dan mengalkulasi harapan hidup seseorang. 

img_title Indosat dan Tsinghua Bangun Mabes AI di Indonesia

Aplikasi Kapan Mati

Ada lagi prediksi kematian seseorang dalam bentuk aplikasi mobile. Dikutip dari laman Thesun, pada iPhone telah muncul aplikasi Gero Lifespan yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memprediksi berapa lama pengguna akan hidup. 

img_title PM Albania Angkat Menteri AI Pertama di Dunia untuk Berantas Korupsi

Aplikasi ini menjanjikan analisis yang akurat dan bisa melawan penuaan. Aplikasi Gero Lifespan membaca data yang ada di iPhone dan perangkat sandang misalnya Apple Watch untuk bisa menilai kehidupan pengguna. 

Kemudian aplikasi akan memakai data kesehatan resmi untuk melihat kemungkinan harapan hidup pengguna dan mengubahnya tergantung keaktifan gaya hidup pengguna.

Ilustrasi pasien kanker prostat. 

Aplikasi ini membaca pola data pengguna dengan memakai data klinis lebih dari 100 ribu orang dari survei kesehatan umum 2003-2006 di Amerika Serikat. Aplikasi ini juga menerapkan mesin pembelajaran kecerdasan buatan untuk memprediksi kematian seseorang. 

"Kecerdasan buatan adalah alat yang kuat dalam pengenalan pola dan telah menunjukkan kinerja luar biasa mengidentifikasi objek visual, pengenalan ucapan dan bidang lainnya," jelas Direktur Sains Gero Lifespan, Peter Fedichev. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pengalaman Fedichev, kecerdasan buatan bisa digunakan untuk lebih menyempurnakan model risiko dalam memprediksi kematian seseorang. 

Dia meyakini kombinasi teori penuaan dengan alat mesin pembelajaran modern bakal melahirkan model risiko kesehatan yang lebih baik. (ren)

Diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan

Siap Buka-bukaan Bukti Kasus Kematian Arya Daru, Puluhan CCTV Bakal Diputar Polisi Depan Keluarga

Polda Metro Jaya menegaskan siap mempertemukan penyelidik dengan keluarga diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan, untuk membongkar bukti-bukti kasus.

img_title
VIVA.co.id
3 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut