Menagih Indonesia Bebas Pasung
- VIVA/ Bimo Aria
Melihat hal tersebut, Noriyu tidak terlalu menyalahkan anggaran yang tidak mendapatkan porsi yang besar. Ia paham, kementerian hanya memberikan anggaran berdasarkan bukti ilmiah. Permasalahannya, saat ini penelitian tentang gangguan jiwa masih sangat minim. Sehingga, kasus gangguan jiwa masih sulit dipetakan.
“Makanya mana penelitiannya, itu yang harus digalakkan, makanya saya di antaranya dengan pak Sandiaga Uno membuat Jakarta institute of mental health. Saya merekrut orang dari Harvard, supaya kita buat mau seperti apa nih. Jadi, semacam action research sambil tindak lanjutnya apa, jadi kita meneliti sambil tindak lanjutnya apa.”
Lagi-lagi, hingga laporan ini diturunkan, Kemenkes juga masih belum merespons pertanyaan, mengapa anggaran untuk kesehatan jiwa cenderung kecil. Lantas, mungkinkah target Indonesia Bebas Pasung 2019 bisa tercapai? (asp)