Tekan Defisit, Pemerintah Didorong Perluas Objek Barang Kena Cukai

minuman bersoda
Sumber :
  • U-Report

VIVA – Pemerintah dinilai perlu lebih kreatif menggali dan memperluas sumber-sumber pendapatan guna menekan defisit anggaran. Selain meningkatkan tax ratio, sumber cukai yang belum digarap secara maksimal. 

img_title Jaga Pasar Domestik, Purbaya Bakal 'Binasakan' Rokok Ilegal

Pengamat ekonomi yang juga Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Berly Martawardaya menilai, yang perlu digali salah satunya adalah cukai minuman bersoda maupun minuman yang mengandung kadar gula yang sangat tinggi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Di luar negeri jenis minuman lainnya yang mengandung kadar gula tinggi yang dapat menimbulkan penyakit dalam jangka panjang sehingga membutuhkan biaya perawatan kesehatan pada masyarakat yang mengkonsumsinya dikenakan cukai yang cukup tinggi. Karena itu, sudah saatnya pemerintah Indonesia menerapkan cukai bagi produksi minuman minuman yang mengandung zat zat yang membahayakan kesehatan tubuh,” ujar Berly dikutip dari keterangan resminya, Selasa 9 Juli 2019. 

img_title Cukai Rokok 2026 Tidak Naik, GAPPRI: Selamatkan Jutaan Pekerja IHT Nasional

Pemerintah lanjut Berly, juga perlu menerapkan cukai bagi plastik dan industri plastik. Alasannya plastik jangka pendek dan jangka panjang menimbulkan pencemaran lingkungan yang akhirnya bisa merusak.

Penerapan biaya atas penggunaan plastik bukan hanya dilakukan oleh pengusaha atau pengelola super market dan sejenisnya kepada masyarakat sebagai konsumen, tapi harus dilakukan langsung oleh pemerintah ke industri. Sebab, selain memberikan pemasukan yang besar bagi negara, juga akan membuat masyarakat meminimalisir penggunaan plastik.

img_title Beri Kepastian ke Industri, Airlangga Dukung Purbaya Tak Naikkan Cukai Rokok

Kantong plastik.

Hal senada disampaikan Ketua Bidang Ekonomi Pengurus Pusat GP Ansor, Sumantri Suwarno. Menurutnya, jika pemerintah jeli, masih banyak sumber-sumber pendapatan negara yang belum digali dan dimanfaatkan oleh pemerintah menjadi sumber pendapatan negara.

“Pemerintah memang perlu lebih kreatif dalam menggali potensi pendapatan negara di bidang cukai. Bukan hanya berkutat pada industri tertentu saja yang sudah dikenai cukai dan mencapai target," tegasnya. 

Sumantri pun menyesalkan pemerintah yang terlalu banyak berkutat pada penarikan cukai di industri rokok atau tembakau. Sementara cukai di produk atau industri lainnya masih diabaikan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebab Industri rokok maupun tembakau selain memberikan pendapatan langsung bagi negara yang jumlahnya ratusan triliun juga menyerap lapangan pekerjaan bagi rakyat. 

“Jadi pemerintah harus fair atau adil dalam memperlakukan industri rokok dan tembakau di tanah air. Jangan 'dipukuli' terus, sebab kalau industri rokok dan tembakau kolaps saat ini akan membahayakan perekonomian kita.” [mus] 

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta

Wamenperin Apresiasi Menkeu Purbaya Tahan Kenaikan Cukai Rokok: Langkah Strategis!

Keputusan Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa untuk tidak menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) pada tahun 2026 mendapat apresiasi Wamenperin, Faisol Riza.

img_title
VIVA.co.id
2 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut