Pertumbuhan Ekonomi Banten Paling Lambat di Jawa

Potret Pertumbuhan Ekonomi di Pulau Jawa.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Yandi Deslatama (Serang)

Banten – Pertumbuhan ekonomi Banten terendah dan paling lambat di Pulau Jawa, kalah dari Yogyakarta dan Jawa Tengah, pada Triwulan 1 2024.

img_title Harga Beras Sudah Turun, BPS: Redam Inflasi di September 2025

Perekonomian di Banten hanya tumbuh 4,51 persen. Sedangkan yang paling cepat, dipegang Yogyakarta, 5,02 persen. Disusul Jawa Tengah, sebesar 4,97 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian untuk Jakarta, pertumbuhan ekonominya tercatat 4,78 persen, Jawa Barat 4,93 persen dan Jawa Timur 4,81 persen. Secara umum, pertumbuhan ekonomi Pola Jawa berada di 4,84 persen.

img_title Genap 25 Bulan Beruntun, Emas Perhiasan Inflasi 4,70 Persen di September 2025

Sedangkan target pertumbuhan ekonomi Banten 2024, antara 4,7 persen hingga 5,5 persen secara year on year .

Kemacetan Menuju Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten.

Photo :
  • VIVA.co.id/Yandi Deslatama (Serang)

img_title Inflasi September 0,21 Persen, Harga Cabai Merah, Rokok, hingga Daging Ayam Naik

"Memang masih menunjukkan angka yang belum cukup kuat, data dari BPS itu kan 4,51 persen. Angka itu, secara Jawa itu paling lambat," ujar Ameriza M Moesa, Kepala Bank Indonesia (BI) Banten, Selasa, (15/05/2024).

Selain melambat dan rendahnya perekonomian Banten, nilai inflasi justru merangkak naik dan bisa memberatkan masyarakat. 

Nilai inflasinya sebesar 3,42 persen dan lebih besar dibanding nasional yang hanya 3 persen.

"Kalau saya ibaratkan, inflasi dengan pertumbuhan ekonomi itu seperti naik mobil. Semakin cepat laku mobil, maka mesin semakin panas. Ini ada yang berbeda di Banten," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Laju pertumbuhan ekonomi Banten yang melambat, di tengah kenaikan inflasi, perlu diwaspadai bersama. Agar kondisi ekonomi regional tetap terjaga dan perekonomian masyarakat terus terjaga dengan baik.

"Sampai April itu inflasi di Banten itu 3,42 persen dibanding inflasi nasional yang 3 persen persen. Harus kita waspadai karena masih awal tahun," ujar Lukman Hakim, tim ahli dari BI Banten, di lokasi yang sama, Selasa, (15/05/2024).

Senior Vice President & Head of Asia The Rockefeller Foundation, Deepali Khanna

Pacu Pertumbuhan Kawasan Asia, Jakarta Bakal Jadi Tuan Rumah AsiaXchange 2025

Pertemuan terkemuka para pemimpin global dan regional, yakni AsiaXchange 2025, akan digelar di Jakarta pada tanggal 6–8 Oktober 2025 oleh The Rockefeller Foundation.

img_title
VIVA.co.id
1 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut