5 Rahasia 'Good Vibes' ala Gen Z

Bose Ultra Open Earbuds.
Sumber :
  • Dok: Bose

Jakarta, VIVA – Generasi Z atau yang lebih dikenal sebagai Gen Z memiliki pendekatan hidup yang unik dibandingkan dengan generasi sebelumnya, seperti millenial dan baby boomers.

img_title Gen Z Lebih Pilih Profesi yang Dianggap Membosankan daripada Jabatan Bergengsi, Kok Bisa?

Dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dan kepedulian terhadap keberlanjutan, Gen Z menekankan pentingnya nuansa positif atau ‘good vibes’ dalam keseharian mereka untuk mencapai keseimbangan hidup.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka tidak ragu untuk meninggalkan lingkungan yang tidak sehat atau memutuskan hubungan dengan orang-orang yang bersifat toxic.

img_title Kendaraan Polisi Tabrak Demonstran di Maroko, Korban Dilaporkan Tewas tapi Dibantah Pejabat

Lantas, bagaimana Gen Z menjaga suasana positif dalam hidup mereka? Berikut lima rahasia good vibes ala Gen Z. 

1. Memprioritaskan Kesejahteraan

img_title Menguak Fenomena Office Frogging, Cara Gen Z Kabur dari Bos Toxic dan Gaji Kecil

Bose Ultra Open Earbuds.

Photo :
  • Bose

Gen Z sangat memperhatikan kesehatan mental dan fisik mereka. Mereka menerapkan gaya hidup sehat dan menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Berbagai cara unik digunakan untuk mengelola stres, seperti mendengarkan musik sambil bekerja atau melakukan afirmasi pagi setiap hari.

Salah satu yang mendukung kegiatan ini adalah perangkat seperti Bose Ultra Open Earbuds, yang memungkinkan mereka mendengarkan musik dengan kualitas suara yang tinggi tanpa mengganggu orang di sekitar.

2. Rutin Berolahraga

Ilustrasi berolahraga/olahraga/berkeringat.

Photo :
  • Freepik/svetlanasokolova

Berolahraga adalah aktivitas yang penting bagi Gen Z. Mereka meluangkan waktu 20-30 menit setiap hari untuk berolahraga ringan, seperti joging, bersepeda, yoga, atau pilates.

Aktivitas fisik ini tidak hanya meningkatkan kebugaran tetapi juga meningkatkan kadar serotonin dalam tubuh, yang berkontribusi pada kebahagiaan.

Mendengarkan musik saat berolahraga juga menambah semangat dan meningkatkan suasana hati sepanjang hari.

Dengan teknologi OpenAudio pada earbuds Bose, memungkinkan mereka menikmati musik berkualitas tinggi selama berolahraga tanpa kehilangan kesadaran terhadap lingkungan sekitar.

3. Menggunakan Transportasi Umum

Ilustrasi penumpang kereta

Photo :
  • Pixabay/Jason Goh

Gen Z lebih memilih menggunakan transportasi umum atau kendaraan ramah lingkungan seperti sepeda, daripada kendaraan pribadi yang sering terjebak macet.

Menggunakan MRT, LRT, atau TransJakarta memungkinkan mereka menikmati musik atau menonton film selama perjalanan yang nyaman dan daya tahan baterai lama, membuat perjalanan mereka lebih produktif dan menyenangkan.

4. Memberikan Self-Reward

Bose Ultra Open Earbuds

Photo :
  • Dok: Bose

Konsep self-reward sangat populer di kalangan Gen Z. Memberikan penghargaan pada diri sendiri tidak harus mahal.

Aktivitas sederhana seperti bekerja dari kafe sambil menikmati secangkir kopi bisa menjadi self-reward yang efektif untuk meredakan stres dari rutinitas sehari-hari.

Dengan cara ini, mereka dapat merasa lebih senang dan termotivasi dalam menjalani aktivitas. Sama halnya dengan mendengarkan musik dengan pengalaman audio yang memuaskan.

5. Mengkonsumsi Konten Media Sosial yang Berkualitas

Ilustrasi anak main HP/gadget.

Photo :
  • Pexels/Ron Lach

Gen Z selektif dalam mengonsumsi konten media sosial. Mereka menghindari konten negatif yang dapat memperburuk kondisi mental dan lebih memilih konten yang inspiratif, seperti kisah-kisah motivasi, buku self-help, dan konten self-care.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan memilih konten yang positif, mereka dapat menjaga suasana hati tetap baik dan termotivasi. Dengan earbuds yang dikeluarkan Bose, dapat membantu mereka menikmati konten ini dengan kualitas suara yang luar biasa, meningkatkan pengalaman mereka dalam mengonsumsi konten positif.

Ilustrasi gen z bekerja

Waduh! Gen Z Disebut 'Tak Layak Kerja', Minimnya Skill Ini Jadi Sorotan 

Profesor NYU, Suzy Welch menilai Gen Z “tidak layak kerja”. Perusahaan dan kampus kini melatih komunikasi, empati, hingga etika kerja agar generasi ini siap berkarier.

img_title
VIVA.co.id
3 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut