Mantan Pekerja Minta PT Sritex Dibuka Lagi agar Seluruh Karyawan Bekerja Kembali
- VIVA.co.id/Yeni Lestari
Jakarta, VIVA – Salah satu koordinator serikat pekerja Sritex Group, Slamet Kaswanto meminta agar PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex kembali dibuka.
Hal itu disampaikan Slamet usai mengikuti rapat koordinasi bersama dengan Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli dan Menteri BUMN Erick Thohir terkait persoalan pailit yang menimpa Sritex.
"Tadi sudah kami sampaikan harapan dari pekerja Sritex group yang kemarin sudah terkena PHK yaitu agar kembali dibuka pabrik PT Sritex," kata Slamet dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin, 3 Maret 2025.
Ribuan karyawan Sritex mengikuti acara istighotsah di halaman pabrik Sritex, Sukoharjo, Jumat, 27 Desember 2024.
- VIVA.co.id/Fajar Sodiq (Solo)
Slamet menyebutkan, dengan dibukanya kembali maka para karyawan yang terkena PHK dapat bekerja lagi di PT Sritex.
"Untuk menampung teman-teman buruh yang ter-PHK karena kasus kepailitan," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Sukoharjo, Sumarno mengatakan, karyawan PT Sritex dikenakan PHK per tanggal 26 Februari, terakhir bekerja pada hari Jumat 28 Februari, dan perusahaan ditutup mulai tanggal 1 Maret 2025.
"Jumlah karyawan Sritex yang terkena PHK sebanyak 8.400 orang. Urusan pesangon menjadi tanggung jawab kurator. Sedangkan jaminan hari tua, menjadi kewenangan BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Sumarno di Sukoharjo, Kamis, 27 Februari 2025.
Menurutnya, Disperinaker Sukoharjo sudah menyiapkan sekira 8 ribuan lowongan pekerjaan baru di perusahaan lain yang ada di Kabupaten Sukoharjo.